Nestapa Gadis 13 Tahun yang Dicabuli Berulang Kali oleh Sejumlah Pria, Terpaksa Putus Sekolah karena Malu

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Sabtu, 22 Juni 2024 | 11:54 WIB
Ilustrasi pencabulan. (f: kompas.com)
Ilustrasi pencabulan. (f: kompas.com)

BAUBAU, RIAUSATU.COM - RG (13), siswi kelas 6 SD dicabuli oleh 26 pria di kampungnya Kecamatan Lea-lea, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. 

Pilunya, korban yang hanya tinggal berdua dengan nenek buyutnya ini disetubuhi sampai berulang kali di waktu dan tempat berbeda-beda. 

Awalnya korban diajak seorang pria untuk pergi ke acara keramaian joget saat malam hari "Ceritanya diajak, ada juga pacarnya, selebihnya teman-teman yang tidak dikenal. Banyak, dibawa ke rumah, dan juga dibawa tempat tongkrongan,” kata tante korban berinisial MN, Jumat (21/6/2024).   

Saat diajak tersebut, korban kemudian disetubuhi oleh seorang laki-laki di rumah kosong. Kemudian berlanjut ke beberapa laki-laki lain.   

“Kejadiannya dibawa ke rumah teman pelaku, anak seumurannya dan ada juga bapak-bapak. Semua kejadian, jadi disetubuhi di beberapa tempat dan berbeda harinya,” ujar MN, seperti dilansir kompas.com.

MN menjelaskan dari keterangan RG ada sekitar 20 orang laki-laki yang telah melakukan persetubuhan dengan keponakannya. Sedangkan 6 orang lainnya tidak sampai menyetubuhinya.   

Peristiwa ini kemudian didengar keluarga korban. RG yang takut lari dari rumah dan bersembunyi di tempat temannya.   

“Dia hidup berdua sama neneknya. Tinggal sama neneknya, orangtuanya sudah bercerai. (Jadi) hanya dipantau sama keluarga,” ucap MN. 

Menurut MN, RG kabur dari rumah karena takut dicari sama pamannya karena peristiwa yang dialaminya sudah tersebar di kampungnya.   

“Saat didapat (RG), langsung tanya-tanya, kemudian kita langsung lapor ke Polsek Lealea,” kata MN.   

Kasus ini telah dilaporkan ke polisi sejak bulan Mei 2024. Namun belum ada pelaku yang ditangkap.  

“Belum ditangkap pelakunya, harapannya ini pelaku cepat ditangkap,” ungkapnya.   

Saat ini RG tidak dapat tinggal di kampungnya karena takut dan malu. Sehingga korban tinggal bersama MN. 

Tidak hanya itu, korban juga terpaksa putus sekolah karena merasa malu dan dikucilkan oleh warga kampungnya.

"Korban kalau ke kampung sudah dikucilkan dan hingga kini dia sudah putus sekolah," ungkapnya, Rabu (19/6/2024) 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X