Dianugerahi Gelar Datuk Seri Jaya Perkasa Setia Negeri, Kapolda Riau: Sampai Hayat Moh Iqbal adalah Melayu

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Jumat, 29 September 2023 | 12:32 WIB
Kapolda Riau bersama istri usai pemberian gelar Datuk Seri Jaya Perkasa Setia Negeri dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Jumat (29/9/2023) pagi. (ft: ist)
Kapolda Riau bersama istri usai pemberian gelar Datuk Seri Jaya Perkasa Setia Negeri dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Jumat (29/9/2023) pagi. (ft: ist)

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal dianugerahi gelar Datuk Seri Jaya Perkasa Setia Negeri dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Riau, Jumat (29/9/2023) pagi.

Penganugrahan gelar Datuk Seri
Jaya Perkasa Setia Negeri itu dilakukan di Balairung Tennas Effendy, Balai Adat Melayu Riau Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru.

Pemberian gelar sebagai Datuk Seri kepada Irjen Pol Mohammad Iqbal, setelah menjalani pertimbangan yang matang, mengakomodir aspirasi masyarakat Melayu Riau, dan hasil rapat majelis kerapatan adat Melayu Riau pada Jumat (24/2/2023) lalu.

Dalam keputusan rapat majelis kerapatan adat LAM Riau itu, Irjen Moh Iqbal dinilai telah banyak berjasa bagi adat dan masyarakat Melayu, khususnya di Provinsi Riau.
Gelar ini disandang seumur hidup dan tidak bisa diwariskan.

"Bagi saya gelar adat ini tidak datang dari pelita pikir yang tentu saja tidak normatif. Kata gelar adat bagi saya adalah sebuah kata yang menyiratkan bahwa saya telah melakukan sesuatu yang patut menurut adat atau telah menunjukkan budi yang besar ke tanah Riau yang penuh berkah," ujar Iqbal.

Irjen Moh Iqbal menegaskan, dengan penganugerahan gelar adat ini, maka dia sudah menjadi salah satu orang Melayu Riau dan wajib memberikan sumbangsih, bakti kepada bangsa dan negara.

"Izinkan saya mengatakan dengan jujur bahwa gelar adat yang disematkan kepada saya tidaklah (diartikan, red) bahwa saya telah menanam Budi yang teramat besar kepada tanah Riau. Namun, justru tanah Riau lah yang telah berbudi kepada saya," ucapnya.

Kebaikan dan adab masyarakat Riau yang telah membuat keluarga besar Polda Riau dan jajaran dapat melaksanakan tugas yang telah diamanatkan dengan baik.

"Kami bisa menjalankan tugas, berbangsa dan bernegara yang sangat nyaman dan damai di tanah Riau, itulah yang tidak bisa dibalas, seperti yang diungkapkan dalam sebuah pantun. Pidang emas dibawa berlayar, masak sebiji diatas peti. Hutang emas dapat dibayar, hutang Budi dibawa mati," kata Irjen Moh Iqbal.

"Terima kasih hari ini sudah dinobatkan, sudah ditebalkan dan saya siap, jadi Insya Allah sampai kapanpun, sampai hayat Mohammad Iqbal adalah Riau, Mohammad Iqbal adalah Melayu, walaupun saya bukan dilahirkan di Tanah Melayu ini di Bumi Lancang Kuning saya belum jauh di sana, tidak jauh kalau jalan kaki jauh di tanah Sriwijaya Palembang tetapi ada sejarah yang menyatukan semoga sejarah itu betul-betul menyatukan saya dan niat Saya memang memberikan yang terbaik," tambah mantan Kadiv Humas Polri dan Kapolda NTB ini.

Irjen Iqbal menuturkan, kepada semua pihak terutama orang tua saya yang sudah melahirkan, membesarkan saya sampai hari ini kalaupun ibunda saya sedang sakit, tapi saya dedikasikan kepada beliau semoga ada berkah dan beliau segera sehat.

"Saya dedikasikan juga kepada seluruh keluarga besar saya, terutama anak istri saya, kepada sahabat-sahabat saya untuk mendoakan dan mendukung serta menjaga saya, karena makna yang terkandung dalam gelar ini sangat dalam, sangat dalam. Saya diminta untuk menjadi masyarakat berorientasi kepada kepentingan publik demi bangsa dan negara dan saya identifikasikan juga kepada semua tim saya, mulai dari Pos Pol, Polsek-Polsek bahasa melayunya jeruk-jeruk sampai ke Polda jangan berhenti mengayomi dan mencintai masyarakat dan sekaligus saya sampaikan jangan sekali-sekali menyakiti masyarakat," tegas Irjen Iqbal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

X