• Selasa, 4 Oktober 2022

Ramai Tiap Libur, Apa yang Dicari Pengguna Jalan Ruas Riau-Sumbar di Daerah Ini?

- Kamis, 22 September 2022 | 16:36 WIB
 Karena jatuh dari pohon lantaran sudah masak, buah-buah durian di Koto Alam memiliki cita rasa yang enak. (f: evi endri)
Karena jatuh dari pohon lantaran sudah masak, buah-buah durian di Koto Alam memiliki cita rasa yang enak. (f: evi endri)

LIMAPULUH KOTA, RIAUSATU.COM - Setiap hari libur, terutama saat libur panjang, para pengguna jalan terutama yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Riau selalu meramaikan bagian sisi kiri-kanan ruas jalan di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Apa yang dicari? "Buah durian," ungkap seorang pengguna jalan, saat ditemukan berhenti di sebuah lapak sederhana di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu pekan lalu.

"Duriannya enak, benar-benar enak," tambah Jhoni (41), si pengguna jalan itu. Pria yang mengaku pegawai sebuah instansi pemerintah di Kota Pekanbaru itu mengklaim dirinya sebagai penikmat buah durian di kawasan itu.

"Tiap ke Sumbar saat musim durian berbuah, pasti saya mampir untuk membeli durian di sini," tambah Jhoni, yang saat itu bersama isteri dan ketiga anaknya.

Menghabiskan dua buah durian sekaligus, Jhoni mengaku ia mengeluarkan uang Rp30.000 untuk menebus ketiga buah durian itu. Sementara isteri dan ketiga anaknya hanya melihat saja, mengaku takut memakan buah durian.

Jhoni mengaku, untuk mendapatkan buah durian sebenarnya bisa dengan gampang di Pekanbaru. "Yang saya kejar cita rasa," ujarnya, sambil menambahkan, buah durian yang dibeli di Pekanbaru cita rasanya belum tentu seperti yang diinginkan.

Mobil yang ditunggangi Jhoni hanya satu di antara sekian mobil pribadi yang parkir di bibir jalan di Koto Alam untuk membeli buah durian. Sejumlah mobil lain juga tampak parkir di sejumlah lapak sederhana yang dimanfaatkan para pedagang untuk menjajakan buah duriannya.

Pasar yang dibidik adalah para pengguna jalan di ruas jalan negara yang sibuk 24 jam sehari-semalam itu, terutama yang berasal dari Provinsi Riau.

Asri (63), pedagang buah durian, mengaku buah durian yang dijualnya asli jatuh dari pohon, bukan matang karena dikarbit atau diperam. "Makanya dijamin enak," tambahnya.

Asri mengklaim, hampir semua buah durian yang dijual di nagari itu merupakan buah yang jatuh dari batang setelah masak. "Selama berdagang, tidak sekali pun saya pernah menjual buah durian hasil karbitan," tambahnya.***

Halaman:

Editor: Evi Endri

Tags

Terkini

Soal Tarif Listrik, Ini Kata Sekjen Kementerian ESDM

Kamis, 22 September 2022 | 16:28 WIB
X