Naik, Harga Minyak Mentah di Pasar Asia

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Senin, 19 September 2022 | 15:40 WIB
Ilustrasi. (f: Pikiran-Rakyat.com)
Ilustrasi. (f: Pikiran-Rakyat.com)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Diduga disebabkan melemahnya dolar AS serta kekhawatiran akan pasokan minyak menjelang embargo Uni Eropa terhadap minyak Rusia pada Desember, harga minyak di pasar Asia dikabarkan bakal menglami kenaikan pada minggu-minggu ini. Penyebab lainnya adalah karena adanya kekhawatiran resesi global yang mengurangi permintaan bahan bakar.

Sebagaimana dilaporkan Reuters, dilansir Pikiran-Rakyat.com, harga minyak mentah berjangka Brent naik 1,3 persen menjadi 92,50 dolar AS atau sekitar Rp1.393.372 per barel pada pukul 00.49 GMT.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS dibanderol di 86,16 dolar AS atau sekitar Rp1.288.796 per barel. Meningkat 1,2 persen dari harga sebelumnya.

Kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lain oleh Federal Reserve dapat memperlambat pertumbuhan global. Didukung pula oleh dolar AS melemah yang keluar dari level tertinggi multi-tahun. Melemahnya dolar AS membuat komoditas berdenominasi dolar lebih mudah bagi pemegang mata uang lain.

Sementara itu pelonggaran pembatasan Covid-19 di China kota Chengdu, yang berpenduduk lebih dari 21 juta orang meredakan kekhawatiran tentang permintaan konsumen energi nomor 2 dunia.

Ekspor bensin dan solar China juga rebound, mengurangi persediaan lokal yang tinggi setelah Beijing mengeluarkan kuota baru.

Kepala Eksekutif Petroleum Corporation mengatakan pelanggannya masih menuntut volume yang sama tanpa perubahan.

Negara Teluk saat ini masih memproduksi lebih dari 2,8 juta barel minyak per hari sesuai dengan kuota OPEC.

Setelah insiden tumpahnya minyak di Basrah, Irak, operasi pemuatan dan ekspor minyak kembali ke tingkat normal pada Sabtu, 17 September 2022. Serta tumpahan minyak telah diatasi oleh Basrah Oil Company.

Di Nigeria terdapat 200.000 barel per hari pada penyimpanan minyak bawah laut dan kapal pembongkaran Bonga akan dilakukan pemeliharaan pada bulan Oktober 2022.

Perusahaan energi Amerika Serikat menambahkan rig minyak dan gas alam untuk pertama kali dalam 3 minggu.

Perusahaan jasa energi Baker Hughes Co mengatakan perkiraan awal produksi masa depan, jumlah rig dan gas naik empat menjadi 763 dalam seminggu hingga 16 September 2022. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Agustus 2022.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB
X