JAKARTA, RIAUSATU.COM-Kekhawatiran Menko Perekonomian Darmin Nasution tentang lonjakan harga pangan akibat minimnya stok, menjelang puasa ini, sedikit terjawab. Bahwa pasokannya dijamin aman.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Gardjita Budi mengatakan, setiap menjelang bulan puasa, Kementan bersama Kementerian Perdagangan, selalu melakukan hal rutin untuk menjaga harga. Salah satu diantaranya adalah melakukan pemantauan, terutama untuk komoditas pangan dan nonpangan.
''Yang kita amankan saat ini yaitu produksi. Produksi bahan pokok padi, jagung, kedelai (pajale) signifikan naik dan itu karena upaya Kementan tingkatkan produksi,'' Gardjita di Pasar Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/4/2016), sebagaimana dilansir inilah.com.
Pemantauan ini, kata Gardjita, dilakukan khususnya di wilayah DKI Jakarta. Alasannya, di antara seluruh provinsi, konsumsi di DKI adalah yang tertinggi.
''Jakarta itu masalahnya di transportasi. Hal ini kan bisa mendikte harga. Jadi, perlu kita benahi bersama kementerian lain. Bahwa transportasi harus lebih lancar,'' tutur Gardjita.
Upaya menjaga persediaan jelang puasa yang jatuh di Bulan Juli ini, kata Gardjita, sudah disiapkan.
''Tahun ini, beras diperkirakan surplus 11-12 juta ton, tapi supplynya bisa tidak merata. Makanya, menjelang bulan Puasa, harus dinaikkan (serapannya). Sekarang, serapan dari hasil panen, sudah bisa dirilis menjelang Puasa,'' ungkap Gardjita. (dri)