LIMAPULUH KOTA, RIAUSATU.COM - Salah satu jenis pekerjaan yang menjanjikan penghasilan fantastis belakangan ini adalah penjaga, sekaligus menjadi pemilik batang durian. Memiliki 10 batang durian yang buahnya sudah matang, misalnya, bisa menjanjikan penghasilan antara Rp1 sampai Rp1,5 juta sehari.
Acin (51), pemilik batang durian di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), memiliki 12 batang durian yang ditanam di ladang gambir miliknya, yang berjarak sekitar 4 km dari perkampungan.
"Tiap pagi setidaknya menjual 100 buah durian," terang bapak lima anak ini. Dijual rata-rata Rp15.000 saja per buah, uang Rp1,5 juta sudah bersih masok ke kantong Acin.
"Paling meleset saya menjual 800 (buah) sehari," tambahnya. Karena berasal dari bibit yang bagus, hampir semua buah durian milik Acin bisa dijual, tidak ada yang kena sortir.
Acin pun tak perlu reapot-repot mengantarkan buah durian itu ke perkampungan untuk dipasarkan, karena setiap pagi ada saja pedagang pengumpul buah durian yang menyambanginya ke ladang, sekalian membawa kuli untuk mengangkut buah berduri itu ke perkampungan.
Dewi (44), petani durian lainnya di nagari yang sama, mengaku tiap pagi rata-rata mengantongi uang Rp500.000 dari hasil penjualan buah duriannya. Memiliki tujuh batang durian warisan dari orangtuanya, tiap pagi Dewi menjual antara 70 sampai 80 buah durian.
Sama dengan Acin, batang-batang durian milik Dewi juga ditumpangsarikan dengan tanaman lain seperti gambir, karet, kakao, kopi, kulit manis, dan lainnya; yang lokasinya lumayan jauh dari perkampungan.
Para pemilik batang durian langsung menunggui buah durian jatuh ke kebun masing-masing, kadang-kadang terpaksa dilakukan dengan cara begadang.
Tapi tidak gampang untuk mendapatkan penghasilan sebanyak itu. Selain batang durian ditunggui saat musim durian jatuh, jauh sebelum itu juga harus dijaga karena sering dimangsa oleh monyet dan binatang sejenisnya. Mulai saja sejak buah durian kecil sampai matang, batang-batang durian harus dijaga dari serangan hama monyet.
"Lengah sedikit saja bukan tidak mungkin buah durian yang bergelantungan di batangnya sudah terhampar tidak berguna di tanah," ungkap Iyas (55), petani durian lainnya.
Petani mengakali serangan hama monyet dengan memasang atap seng di batang durian bagian bawah, selain ada juga yang memerangi hama itu dengan senjata api.***