ekonomi

Riau Alami Inflasi 0,27 Persen

Senin, 3 April 2017 | 12:34 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Pada Maret 2017, Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 129,85.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Ir S Aden Gultom MM melalui Kepala Bidang Statistuk Distribusi BPS Riau Agus Nuwibowo SSi MM menyebutkan, Inflasi Tahun Kalender Januari hingga Maret 2017 sebesar 1,41 persen dan jnflasi Year on Year pada Maret 2017 terhadap Maret 2016 sebesar 5,02 persen.

"Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, dua kota mengalami inflasi yakni Pekanbaru sebesar 0,37 persen dan Tembilahan 0,01 persen. Sedangkan Dumai mengalami Deflasi sebesar 0,19 persen," ujar Agus kepada wartawan, Senin siang (3/4/2017) dalam pertemuan release di BPS Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru

Inflasi Riau pada Maret 2017, kata Agus, terjadi karena adanya kenaikan harga pada enam kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,64 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,57 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,20 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen, kelompok sandang sebesar 0,08 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,03 persen.

"Sedangkan satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi yakni kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,27 persen," sebutnya.

Masih dikatakan Agus, komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara lain tarif listrik, bawang merah, minyak goreng, daging ayam ras, jengkol, batubata, cabai merah, rokok kretek, ikan nila, bahan bakar rumah tangga dan lain-lain. Sementara itu komoditas yang menahan inflasi (deflasi) antara lain tarif pulsa ponsel, bayam, telur ayam ras, cabai hijau, cabai rawit, daging sapi, ayam hidup, gula pasir dan lain-lain.

Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, katanya lagi, 8 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Bungo sebesar 0,71 persen, diikuti oleh Pekanbaru dan Pangkal Pinang masing-masing sebesar 0,38 persen serta Jambi sebesar 0,31 persen.

"Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Tembilahan sebesar 0,01 persen. Deflasi terjadi di 15 kota lainnya dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,49 persen. Dari 10 ibukota provinsi di Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Pekanbaru, Pangkal Pinang dan Jambi," jelasnya.

Di Indonesia, Agus menambahkan, dari 82 kota yang menghitung IHK, 33 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 1,24 persen, diikuti Ambon sebesar 1,13 persen dan Jayapura sebesar 0,95 persen.

"Inflasi terendah terjadi di Kota Tembilahan dan Banjarmasin masing-masing sebesar 0,01 persen. Deflasi terjadi di 49 kota dengan deflasi tertinggi terjadi di kota Tanjung Pandan sebesar 1,49 persen, Lhokseumawe sebesar 1,40 persen dan Kota Bima sebesar 0,91 persen," pungkasnya.(fat)

Terkini