KAMPAR, RIAUSATU.COM-Hampir terjadi setiap tahun, setiap memasuki bulan suci Ramadhan bahkan menjelang Idul Fitri, para petani mulai diselimuti rasa kekhawatiran terhadap kestabilan harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit. Sebab, biasanya menjelang Idul Fitri harga TBS terus menurun.
Hal itu disampaikan oleh petani sawit asal Tapung H Abdul Azis yang juga mantan anggota DPRD Kampar kepada Riau Pos ketika dikonfirmasikan pada Jumat (10/6) mengenai perkembangan harga TBS.
Azis yang juga dikenal sebagai Tokoh Masyarakat Kampar asal Tapung Raya tersebut mengatakan bahwa penurunan tajam sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Pada bulan lalu, di saat produksi sedang merosot, harga justru sampai menyentuh Rp2000 per kilogram. Namun, memasuki bulan Ramadhan, produksi TBS sudah mulai meningkat, harga turun secara drastis.
''Kadang kami melihat seperti sudah jelas alur harga TBS ini. Bila buah trek atau produksi menurun maka harga TBS naik, namun bila buah mulai banyak, harganya pun turun dengan cepat,’’ ucapnya, sebagaimana dilansir kamparkab.go.id.
Azis sekaligus menyuarakan aspirasi para petani sawit lainnya agar pemerintah dapat mengontrol harga TBS ini terutama menjelang lebaran Idul Fitri, dimana banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil kelapa sawit. Bila harga menurun, tentu masyarakat akan mengalami kesulitan ekonomi. ''Bila memang harga TBS itu harus turun, maka hendaknya jangan terlalut drastis. Kasihan masyarakat, karena banyak yang mata pencahariannya bertumpu pada hasil panen sawit,’’ tukasnya. (dri)