ekonomi

CPO Berkelanjutan Minim, Sertifikat RSPO Hanya 18%

Redaktur
Jumat, 27 Mei 2016 | 11:32 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-Produksi minyak mentah sawit (Crude Palm Oil/CPO) berkelanjutan di Indonesia, masih sangat minim yakni 18%.

Direktur RSPO (Rountable Sustainable Palm Oil) Indonesia, Tiur Rumondang mengatakan, dari total produksi CPO sebesar 32,5 juta ton, hanya 6 juta ton yang bersertifikat RSPO. Atau setara dengan 18%, kecil kan.

''Meski begitu minyak sawit berkelanjutan di Indonesia berkontribusi 51 persen dari total CPO berkelanjutan dunia. Ini melampaui Malaysia yang hanya 42 persen,'' kata Tiur saat berkunjung ke perkebunan sawit di Merangin, Jambi, sebagaimana dilansir inilah.com.

Tiur mengatakan, masih rendahnya CPO berkelanjutan ini, menjadi tantangan bagi RSPO. Kondisi ini, bisa jadi lantaran sertifikasi RSPO sifatnya sukarela bukan keharusan. ''Artinya, sertifikasi dan keanggotaan RSPO tidak menjadi keharusan,'' papar Tiur.

Menurut Tiur, mereka yang melakukan sertifikasi dan masuk menjadi anggota RSPO murni dengan kesadaran bahwa minyak sawit berkelanjutan bisa menjadi bagian dari solusi menekan dampak negatif terhadap hutan, lingkungan dan masyarakat.

Tiur mengatakan, produksi CPO dalam satu dekade ini meningkat dua kali lipat. Peningkatan ini sejalan dengan permintaan dunia terhadap minyak nabati yang tumbuh di atas 5% per tahun. Angka pertumbuhan ini diprediksi akan bertahan selama 10 tahun ke depan.

Permintaan dunia terhadap minyak sawit diperkirakan meningkat dari 51 juta ton saat ini menjadi 120-156 juta ton pada tahun 2050. ''Ini sekitar 65 persen dari semua minyak yang diperdagangkan,'' kata Tiur.

Sementara berdasarkan data statistik dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Tahun 2014, terjadi peningkatan volume produksi minyak sawit sebesar 11% selama 2005-2015 dan luas area produksi meningkat 8%.

Industri kelapa sawit di Indonesia, kata Tiur, menyediakan lapangan pekerjaan secara tidak langsung bagi 16 juta keluarga di Indonesia. Buruh yang merupakan mitra kerja perusahaan harus dilindungi, termasuk menahan laju hutan tropis dan ekosistem lainnya. (dri)


Tags

Terkini