ekonomi

Keluhan Petani: Bibit Bawang Merah Mahal, Harusnya Itu yang Diimpor

Redaktur
Rabu, 25 Mei 2016 | 11:31 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-Jelang bulan puasa, harga bawang merah kembali melonjak. Saat ini di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, harga komoditas bumbu dapur tersebut sudah menembus di atas Rp 40.000/kg. Pemerintah memutuskan mengimpor 2.500 ton bawang merah

Ketua Dewan Bawang Nasional, Amin Kartiawan Danova, mengungkapkan ketimbang mengimpor bawang merah, lebih bijak jika pemerintah mengimpor bibit bawang merah untuk membantu petani menekan biaya produksi.

''Sekarang sudah masuk panen raya. Secara alami, tanpa impor harga akan turun terus, sekarang sudah mulai turun di petaninya. Harga di petani itu tergantung dari bibit, bibit sekarang mahal sekali,'' kata Amin, kepada detikFinance, Rabu (25/5/2016).

''Panen puncak sudah mulai, harga bakal semakin jatuh. Daripada impor bawangnya, lebih baik impor bibitnya. Memang harusnya itu yang diimpor, supaya bantu petani dapatkan bibit yang murah. Harga bisa ditekan lagi,'' tambahnya.

Amin menuturkan, harga bibit jenis Bima Brebes saat ini dijual Rp 42.000-50.000/kg. Bibit jenis lainnya, bibit Thailand Nganjuk, dipatok di pasaran Rp 32.000-35.000/kg.

''Saat masih normal atau lagi murah, bibit bawang dijual antara Rp 12.000-18.000/kg,'' ujarnya.

Dia mengungkapkan, dengan harga yang berlaku saat ini, pengadaan bibit berkontribusi sebesar 40-50% dari ongkos produksi penanaman bawang merah.

''Satu hektar tanam bawang habis sekitar Rp 60 juta. Itu 40-50% habis buat pengadaan bibitnya. Kalau itu yang dibantu pemerintah, bisa lewat impor, akan sangat membantu petani,'' ungkap Amin. (dri)


Tags

Terkini