ekonomi

Alasan Gagal Proyek Setrum 35 Ribu MW Menguat

Redaktur
Selasa, 24 Mei 2016 | 10:28 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-ReforMiner Institute menilai program pembangunan pembangkit listrik 35 ribu mega watt (MW) semakin sulit direalisasikan. Apa alasannya?

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro mengungkapkan, melalui informasi yang dihimpun, sampai dengan saat ini status proyek 35.000 MW yang sudah COD/SLO baru sebesar 3 MW atau baru sekitar 0,01 % dari keseluruhan program. Sekitar 41 % program saat ini dalam posisi financial close dan konstruksi, 22 % dalam proses pengadaan, dan 37 % dalam proses perencanaan.

''Dari keseluruhan program 35.000 MW, saat ini baru sebesar 14.436 MW proyek yang terkontrak yang terdistribusi atas 2.815 MW dikerjakan PLN dan 11.621 MW dikerjakan IPP. Sementara sebesar 21.105 MW dari program tersebut sampai saat ini belum terkontrak,' kata Komaidi di Jakarta, Senin (23/5/2016), sebagaimana dilansir inilah.com.

Berdasarkan distribusi pelaksana, selain akan ditentukan oleh kinerja PLN, kesuksesan program 35.000 MW juga akan ditentukan oleh pihak swasta. Hal itu karena sebesar 25.268 MW dari program 35.000 MW akan dilaksanakan oleh IPP.

Sedangkan PLN akan melaksanakan 10.273 MW.
Pengadaan lahan menjadi salah satu masalah utama dalam pelaksanaan program 35.000 MW. Data menunjukkan sejumlah proyek yang termasuk dalam program 35.000 MW di beberapa daerah menghadapi masalah pembebasan lahan.

Sampai dengan 2016 terdapat 113 proyek 35.000 MW di Sumatera, Kalimantan, Jawa-Bali, Papua, Maluku, Sulawesi, dan Nusatenggara yang pengadaan lahannya masih bermasalah.

Salah satu masalah dalam program 35.000 MW adalah bahwa program tersebut sebagian belum masuk dalam rencana induk RTRW suatu wilayah. ''Berdasarkan informasi yang dihimpun baru sekitar 51 % proyek 35.000 MW yang telah masuk dalam Perda dan RTRW dalam wilayah yang bersangkutan,'' tutur dia. (dri)


Tags

Terkini