ekonomi

RTMPE Model Terbaik Kembangkan Ekonomi Negara

Redaktur
Rabu, 12 Agustus 2015 | 12:08 WIB

KAMPAR, RIAUSATU.COM-Profesor Asan Ali Golam Hassan dari Malaysia menyatakan Program Rumah Tangga Mandiri Pangan Energi (RTMPE) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kampar Provinsi Riau sangat potensial dikembangkan hingga menguatkan ekonomi nasional.

''Di Malaysia juga belum ada program seperti ini,'' kata Asan yang juga merupakan tenaga akademik di University Utara Malaysia ketika berkunjung ke Kampar, Senin (10/8), sebagaimana dilansir kamparkab.go.id.

Asan datang bersama sejumlah pengusaha asal Malaysia dan dalam negeri serta kalangan pers dan staf pribadi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Bupati Kampar Jefry Noer ketika itu turut mendampingi rombongan meninjau lokasi lahan percontohan RTMPE di Desa Kubang Jaya, Siak Hulu.

Di antara rombongan itu juga ada Dewan Penasehat Tim Indonesia Development (TID) Salman Dianda Anwar. Kemudian Muhammad Nasir selaku pimpinan media nasional Indonesia Development Magazine.

Asan yang juga tamatan University Of Liverpool Inggris mengatakan, Program RTMPE adalah barometer untuk ketahanan pangan dan energi.

''Kampar selayaknya menjadi barometer bagi kabupaten/kota lainya. Sejak dini, yang namanya kemandirian pangan harus dilaksanakan untuk memperkuat ekonomi nasional,'' katanya.

Ia menjelaskan, cara ini efektif dilakukan pada setiap rumah tangga yang memiliki halaman 1.000 meter persegi atau lebih, karena dengan danya kemandirian pangan dari tiap-tiap rumah tangga maka Indonesia mampu untuk tidak lagi impor kebutuhan pangan.

''Sekali lagi saya katakan, di Malaysia belum ada yang seperti ini,'' katanya lagi.

Asan mengatakan, bahwa RTMPE akan mampu membuat ekonomi masyarakat tetap stabil dan sejalan dengan itu maka setiap masyarakat yang buat usaha ini mampu mengurangi efek dari meningkatnya pengangguran dan menciptakan perbaikan ekonomi pada skala dasar sehingga mampu memperkuat suatu pertumbuhan dan stabilitas ekonomi negara.

Pemkab Kampar menjalan RTMPE untuk mencapai Tiga Zero, yakni memberantas kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh.

RTMPE merupakan program strategis yang dijalankan lewat pengelolaan lahan seluas 1.000 meter persegi. Di dalamnya keluarga mandiri bisa memelihara enam ekor sapi yang kotorannya dapat diolah menjadi biourine dan pupuk organik serta biogas.

Selanjutnya di atas lahan yang sama, Bupati Jefry Noer juga mengajarkan masyarakat untuk memelihara seratus ekor ayam alpu yang kemudian dikawinkan dengan sepuluh ekor pejantan bangkok.

''Hasilnya telur akan lebih bernilai tinggi karena ada embrio di dalamnya. Selain itu juga bisa ditetaskan,'' katanya.

Kemudian di lahan RTMPE, Jefry juga menganjurkan masyarakat untuk menanam bawang merah tumpang sari dengan cabai serta dibangun kolam ikan lele yang pakannya berasal dari sisa pengolahan limbah ternak.

''Juga ditanami berbagai jenis sayuran lainnya,'' kata dia.

Jefry mengatakan, melalui RTMPE, masyarakat yang menjalankannya tidak hanya terbebas dari himpitan ekonomi, namun juga berhasil menjadi kaya raya karena hasilnya mencapai Rp15 juta bahkan Rp25 juta per bulan. (dri)



Tags

Terkini