ekonomi

CERI Nilai Lucu Dua Alasan Erick Tohir Mencopot Direktur Dukungan Bisnis Pertamina

Minggu, 12 Maret 2023 | 09:34 WIB
Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman. (f: int)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman menilai dua alasan yang disebutkan oleh Menteri BUMN Erick Tohir kepada awak media pada hari Kamis (9/3) saat konfrensi pers di lapangan Tennis indor Senayan, terkait pencopotan Direktur Dukungan Bisnis PT Pertamina (Persero) Holding Dedi Sunardi, ternyata malah memperlihatkan kesalahan pada dirinya sendiri, terkesan kental sangat subyektif.

Sebab, menurut Yusri, Dedi Sunardi diangkat oleh Erick Tohir pada Mei 2021 menjadi Direktur Dukungan Bisnis PT Pertamina Holding berdasarkan hasil fit and proper tes yang dilakukan oleh Kementerian BUMN, bukan usulan dari Pertamina.

"Jika mau jujur, 99,9% karyawan Pertamina pasti menolak kandidat Direksi yang datang berasal dari luar Pertamina, karena tidak memahami proses bisnis dari hulu ke hilir di Pertamina," ujar Yusri, dalam siaran pers yang diterima riausatu.com, Sabtu (11/3/2023).

Dikatakan, Dedi Sunardi sejak awal 1989 berkarir lama di PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, jabatan terakhir sebagai Vice Presiden di BRI, baru kemudian pada tahun 2020 oleh Menteri BUMN Erick Tohir diangkat menjadi Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). "Jelas latar belakangnya di bidang keuangan," katanya.

Jadi, menurut Yusri, menempatkan Dedi Sunardi sebagai Direktur Dukungan Bisnis Pertamina Holding, tentu bisa dianggap kebijakan yang keliru dari Erick Tohir sebagai Menteri BUMN.

"Lagi pula, jika benar Erick Tohir 2 tahun lalu sudah mengingatkan kepada jajaran Direksi Pertamina soal zona penyanggah (buffer zone), tetapi tidak action, maka hal itu menjadi kesalahan kolektif Dewan Direksi Pertamina Holding dengan Subholding PT Pertamina Patra Niaga, mengapa hanya Dedi yang dicopot bukan semuanya?" tanyanya.

Erick juga menyatakan bahwa "saya kemarin meminta seluruh direksi Pertamina pulang, ada yang pulang dan ada yang tidak pulang.Ya saya catat dong kalau gak pulang, ketika ada rakyat yang meninggal masa kita gak hadir ?", kata Erick, sebagaimana dituturkan Yusri.

Lanjut Erick "saya aja pulang dari Surabaya, padahal saya lagi ada event besar di Surabaya saja saya pulang, hal hal ini bagian dari tanggung jawab kita duduk sebagai pejabat."

"Terkait dimana keberadaan Dedi Sunardi pada saat terjadi kebakaran kita belum tahu persis dan apa alasannya jika dia tidak langsung pulang, sebab pesan whatsapp yang kami kirim sejak sehari setelah depo TBBM Plumpang terbakar tidak dibacanya hingga saat ini," tambah Yusri.

Namun dari alasan yang ada, menurut Yusri, pihaknya menduga jangan-jangan Dedi Sunardi ini dicopot karena alasan non tehnis yang sudah menjadi rahasia umum.

Tags

Terkini