ekonomi

Gita Natalius Terseret Dugaan Kontrak Fiktif, PT PINS Sulit Ditemui untuk Konfirmasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:50 WIB
Wartawan Riau Satu diminta meninggalkan identitas oleh sekuriti PT PINS Indonesia dengan alasan tidak ada pimpinan di kantor.

JAKARTA, RIAUSATU.COM — Nama Gita Natalius terseret dalam dugaan penggunaan kontrak fiktif untuk menarik kredit modal kerja ratusan miliar di cabang utama bank himbara yang berkantor di dekat Jembatan Semanggi.

Di tengah mencuatnya dugaan tersebut, upaya konfirmasi kepada PT PINS Indonesia, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, belum membuahkan hasil.

Riau Satu mendatangi kantor PT PINS Indonesia di Telkom Landmark Tower, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Kamis, 21 Mei 2026, guna meminta penjelasan terkait dugaan proyek fiktif yang melibatkan PT Gemilang Pratama Polykem (GPP). 

Namun, saat tiba di lokasi, wartawan hanya ditemui petugas keamanan yang mengaku bernama Pijrah.

Petugas tersebut menyatakan seluruh pimpinan dan staf PT PINS Indonesia, termasuk bagian Corporate Secretary, sedang berada di Bandung untuk kegiatan perusahaan.

“Saya mau bertemu Corporate Secretary PT PINS Indonesia untuk konfirmasi terkait pemberitaan perusahaan,” ujar wartawan Riau Satu kepada petugas keamanan.

Menurut Pijrah, kantor dalam kondisi kosong dan tidak ada pejabat yang dapat ditemui maupun dihubungi saat itu.

Riau Satu kemudian menitipkan nama dan nomor kontak untuk diteruskan kepada manajemen PT PINS Indonesia.

Kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama milik wartawan juga turut difoto untuk keperluan identifikasi.

“Tolong sampaikan ke manajemen atau Corporate Secretary PT PINS Indonesia bahwa saya sudah datang dan berharap dapat dihubungi,” ujar wartawan tersebut.

Situasi itu memunculkan komentar dari pihak yang mendampingi peliputan. “Aneh, kantor anak usaha PT Telkom seperti lembaga intelijen,” ujarnya.

BERITA TERKAIT:

https://www.riausatu.com/peristiwa/42917145707/dua-dari-tiga-kontrak-perusahaan-gita-natalius-di-anak-usaha-telkom-diduga-fiktif

Sebelumnya, PT GPP, perusahaan yang berkaitan dengan Gita Natalius, diduga menggunakan kontrak proyek untuk memperoleh fasilitas kredit kerja dari bank milik negara.

Informasi yang diperoleh Riau Satu menyebutkan, selama periode 2020 hingga 2022, PT GPP memperoleh tiga paket pekerjaan dari PT PINS Indonesia yang bergerak di bidang integrasi perangkat dan jaringan telekomunikasi. 

Halaman:

Tags

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB