"Mereka menghadapi kombinasi keterbatasan kemampuan dasar, akses yang lebih kecil terhadap informasi pasar kerja, dan peluang mobilitas naik yang sangat terbatas," menurut Labor Market Brief.
Di posisi berikutnya, lulusan SMP dan SMA masing-masing mencatat 20,21 persen dan 17,29 persen. Menariknya, lulusan SMK justru lebih rendah, hanya 8,09 persen, atau setengah dari kelompok SMA.
Sementara lulusan Diploma tercatat 1,57 persen, lebih rendah dari lulusan S1 yang mencapai 2,42 persen. Adapun lulusan S2 dan S3 yang putus asa hingga tidak bekerja dan tidak mencari pekerjaan tercatat 0,35 persen.***