ekonomi

Ancaman Kelangkaan Pangan: Pemerintah Jangan Hanya nyuruh-nyuruh, tapi Harus Kasih Contoh

Kamis, 14 September 2023 | 12:56 WIB
Ilustrasi kekeringan. (f: kompas.com)

Untuk mengamankan produk beras impor dari pasar internasional itu, pemerintah pun harus menyediakan dananya. Anggaran itu bisa digunakan dari dana cadangan atau dana strategis, atau dana bencana.

Jan gan cuma suruh-suruh

Gagal panen dan keterbatasan stok beras itu paling dirasakan dampak buruknya oleh masyarakat kelas bawah. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan tidak gagal mengantisipasi kondisi ini.

Menurut Arief, masyarakat kelas bawah merasakan dampak paling buruk karena terus mengalami berbagai krisis. Kondisi itu dimulai dari pandemi Covid-19, krisis harga energi, dan berbagai krisis lainnya sehingga mereka masih terus mengalami dampak. Oleh karena itu, pemerintah harus segera menyiapkan bantuan tambahan untuk masyarakat miskin dengan besaran yang cukup.

"Perlu diingat walaupun tingkat kemiskinan nasional Indonesia di bawah dua digit, tapi tingkat kerentanan atau orang hampir miskin di kita tinggi. Mereka basket konsumsinya padat makanan, tidak seperti orang kaya. Jadi, el nino itu merugikan masyarakat miskin dibandingkan masyarakat nonmiskin," ucapnya.

Sementara itu, menanggapi imbauan Tito Karnavian tentang gerakan stop boros pangan dan diversifikasi supaya tidak melulu mengonsumsi nasi, Arief menyatakan, kebijakan seperti itu tidak efektif. Kebijakan yang bersifat imbauan untuk mengubah perilaku biasanya tidak akan efektif.

"Kalau ada policy-policy imbauan untuk berhemat, diversifikasi konsumsi pangan, dan lain-lain, jadikan gerakan nasional yang mulai dari atas, tunjukkan dengan contoh. Kalau mau gerakan nasional harus tegas dimulai dari atas. Jangan hanya menyuruh masyarakat bawah tapi kelas atas, birokrat, pejabat, tidak memberi contoh," ucap Arief.***

Halaman:

Tags

Terkini