Pemprov Riau Punya Tiga Kiat Tangani Kemiskinan Ekstrem, Berikut Penjelasan per Item

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 5 April 2023 | 17:51 WIB
Gubri di acara Musrenbang RKPD Riau 2024 di Gedung Daerah Balai Serindit, Rabu (5/4/2023).  (f: ist)
Gubri di acara Musrenbang RKPD Riau 2024 di Gedung Daerah Balai Serindit, Rabu (5/4/2023).  (f: ist)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan pihaknya memiliki tiga strategi untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem di daerah ini.

"Pertama, pengurangan beban masyarakat melalui bantuan sosial dan jaminan sosial," kata Gubri dalam acara Musrenbang RKPD Provinsi Riau Tahun 2024 di Gedung Daerah Balai Serindit, Rabu (5/4/2023). 

Selanjutnya, menurut Gubri, peningkatan pendapatan masyarakat melalui program pemberdayaan sosial atau masyarakat, serta pengurangan kantong kemiskinan melalui program rumah layak huni, dan sanitasi. 

Adapun jumlah penduduk miskin ekstrem di Provinsi Riau tahun 2022 berjumlah 100,33 ribu jiwa. 

"Kita memiliki tiga strategi yakni pengurangan beban masyarakat, penjngkatan pendapatan masyarakat, dan pengurangan kantong kemiskinan," ujarnya, dilansir website resmi Pemprov Riau.

Dikatakan, kemiskinan ekstrem erat kaitannya dengan permasalahan stunting. Ini artinya, jika ingin mengentaskan kemiskinan ekstrem, isu stunting menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Menurut data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka stunting di Provinsi Riau menurun menjadi 17,0 persen dibandingkan tahun 2021 yakni 22,3 persen. Sementara stunting nasional ada pada angka 21,6 persen. 

Adapun kebijakan percepatan penurunan stunting yang dilakukan Pemprov Riau yakni memberikan bantuan keuangan khusus kepada desa dalam rangka operasional posyandu, advokasi dan penggalangan komitmen non pemerintah dan Tim Perceparan Penurunan Stunting (TPPS) sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU). 

Selanjutnya, melakukan asistensi pelaksanaan aksi konvergensi PPS di tingkat kabupaten kota dan penilaian kinerja PPS tahun 2023, serta melakukan intervensi prioritas melalui pemanfaatan data yang terintegrasi, meliputi data kemiskinan ekstrem, data keluarga beresiko stunting, data lokus stunting, DTKS, dan data indeks desa membangun. 

"Adapun target penurunan stunting yang akan dicapai pada tahun 2024 yakni 12,38 persen," pungkas Gubri. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB
X