JAKARTA, RIAUSATU.COM - PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) siap menjalankan program magang bagi lulusan baru (fresh graduate) yang akan diimplementasikan pemerintah mulai Oktober mendatang.
Pemilik CMNP Jusuf Hamka mengatakan, akan membuka beberapa posisi pekerjaan untuk para peserta magang yang berminat masuk ke sektor bisnis jalan tol.
Hal ini sebagai salah satu upaya perusahaan membantu pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Jadi terserah, kita ikut arahan pemerintah. Pemerintah bilang A, kita ikut A. Pemerintah bilang B, kita ikut B," ujarnya saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (17/9/2025), dilansir kompas.com.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang proyek infrastruktur jalan tol, pihaknya memiliki banyak posisi pekerjaan yang bisa dijajal oleh para peserta magang.
Namun kebanyakan posisi pekerjaan untuk di lapangan walaupun ada juga posisi di back office yang bisa dijajal.
Saat ini perusahaan telah menyerap sekitar 8.000 karyawan di lapangan. "Kita banyak (lowongan magang). Tinggal mereka mau di back office atau mereka mau di lapangan. Kalau di lapangan, kita didik mereka. Kan kita punya konsultan selain orang lokal, konsultan pengawas kita orang Jepang. Jadi ilmunya ini bisa diturunkan kepada anak-anak kita, adik-adik kita. Tapi kalau mereka mau di back office, saya senang aja," ucapnya.
Kendati demikian, dia mengaku, sampai saat ini belum ada arahan resmi dari pemerintah terkait mekanisme pelaksanaan program magang fresh graduate. Jika arahan sudah dia terima, maka dia akan langsung melaksanakan.
"Program magang itu belum dapet guidance-nya dari pemerintah. Kalau saya siap, kalau perusahaan publik kita diminta untuk ini, siap kita bantuin. Karena saya pikir perusahaan swasta harus bahu-membahu membantu negeri," tuturnya.
Sebagai informasi, pemerintah akan membuka program magang fresh graduate bagi lulusan pendidikan tinggi mulai dari S1, D3, maupun pendidikan tinggi lainnya.
Dengan syarat maksimal satu tahun setelah kelulusan. Nantinya para peserta magang akan mendapatkan gaji sebesar Rp 3,3 juta per bulan atau setara Upah Minimum Provinsi (UMP).
Program ini akan dijalankan selama 6 bulan mulai dari Kuartal IV 2025 hingga Kuartal I 2026. Dengan demikian, peserta magang berpotensi mendapatkan uang saku sekitar Rp 19,8 juta jika mengikuti program selama enam bulan penuh.
Uang saku ini akan dibayarkan oleh pemerintah dengan alokasi anggaran sebesar Rp 198 miliar pada APBN 2025 dan Rp 198 miliar pada APBN 2026 atau secara keseluruhan mencapai Rp 396 miliar.***