PADANG, RIAUSATU.COM - Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dalam tiga tahun terakhir selalu menjadi juara satu tingkat pengangguran terbuka tertinggi dari delapan provinsi di Pulau Sumatra.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru mencatatkan angka pengangguran Sumbar per Februari 2024 mencapai 5,79 persen dan tertinggi dari beberapa provinsi lainnya di Pulau Sumatra. Disusul kemudian, Aceh 5,56 persen dan Sumatra Utara 5,10 persen.
Kemudian, seperti dilansir langgam.id, Jambi 4,45 persen, Lampung 4,12 persen, Sumatra Selatan di angka 3,97 persen, Riau sebesar 3,85 persen, dan Bengkulu 3,17 persen.
Tingkat pengangguran Sumbar itu sedikit turun dari tahun sebelumnya sebesar 0,11 persen poin dari Februari 2023 lalu yang mencapai 5,90 persen. Saat itu Sumbar juga masih menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Pulau Sumatra.
Begitu pula pada tahun 2022, Sumatra Barat juga menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Sumatra bersama Aceh dan Sumatra Utara. Saat itu, tingkat pengangguran Sumbar mencapai 6,17 persen, Aceh 5,97 persen, dan Sumatra Utara 5,47 persen.
Angka pengangguran Sumbar juga selalu berada di atas rata-rata pengangguran nasional yang hanya 4,82 persen.
Dari data BPS yang dikutip Rabu (18/9/2024), meski mengalami penurunan tingkat pengangguran terbuka sebesar 0,11 persen, tetapi dari sisi jumlah orangnya, pengangguran di Sumbar justru bertambah di tahun ini menjadi 178.838 orang.
Tahun 2023 lalu, angka pengangguran di Sumbar hanya 176.970 orang, dan kembali meningkat pada Februari 2024 menjadi 178.838 orang. Dari jumlah pengangguran tersebut, sebanyak 32.798 orang pengangguran di Sumbar masuk kategori hopeless atau sudah pasrah putus harapan untuk mendapatkan pekerjaan.
Angka hopeless itu, juga merupakan yang tertinggi di Pulau Sumatra. Disusul oleh Sumatra Utara sebanyak 29.455 orang, Jambi sebanyak 27.890 orang, Riau sebanyak 22.561 orang, Sumatra Selatan sebanyak 21.568 orang, Bengkulu sebanyak 14.903 orang, Lampung sebanyak 10.400 orang, dan Aceh sebanyak 9.814 orang.***