Mulai Besok Pertalite akan Dihapus, Apa Iya?

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Sabtu, 31 Agustus 2024 | 19:15 WIB
Mengisi BBM di SPBU. (f: hops.id)
Mengisi BBM di SPBU. (f: hops.id)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Santer terdengar isu kalau PT Pertamina (Persero) akan menghapus Pertalite. Nantinya BBM dengan RON 90 ini takkan lagi ada di peredaran.

Narasi viral ini, seperti dilansir Pikiran-Rakyat.com, beredar di media social. Bahkan, ada juga sejumlah media berita yang memberitakan dihapusnya Pertalite ini.

Salah satu isu viral ini dibagikan oleh akun X (Twitter) @PolJokesID. Dalam satu postingan, muncul unggahan berita yang menyatakan mulai 1 September 2024, Pertalite takkan lagi dijual.

"Makin aneh aja ini negara," kata akun @umj**

"Kelas menengah benar-benar dimiskinkan," ucap akun @SaiKishore**

"Mulai 1 September 2024, warga miskin jual motor buat beli Pertamax," tutur akun @**kbaiit.

Benarkah mengenai isu dihapusnya Pertalite per 1 September 2024 ini?

Penjelasan Pertamina

Dalam keterangannya beberapa waktu lalu, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menjelaskan masyarakat jangan khawatir.

Pasalnya, pemerintah tak ada rencana menghapus Pertalite. Ia menjelaskan jika Pertalite masih akan beredar di masyarakat. Tak ada isu per 1 September 2024 bensin tersebut dihapus.

"Masyarakat tidak perlu khawatir. Di setiap wilayah dipastikan tetap akan ada BBM subsidi baik biosolar maupun Pertalite," kata Heppy saat dihubungi Pikiran-Rakyat.com beberapa waktu lalu.

Ia pun menegaskan pemerintah tak ada rencana untuk melakukan penghapusan BBM subsidi. Sampai saat ini Pertalite masih akan dijual. "Tidak ada rencana penghapusan BBM subsidi," ucapnya lagi.

Heppy menjelaskan Pertalite akan dibagikan pada beberapa SPBU saja. POM bensin ini harus memenuhi syarat yang sudah dibuat oleh perusahaan pelat merah tersebut.

Ada beberapa syarat yang menjadi kondisi SPBU boleh menjual BBM jenis Pertalite. "Titik-titik SPBU yang menjual BBM subsidi ditentukan oleh BPH Migas dengan berbagai pertimbangan.

Antara lain, jalur transportasi umum, tidak di area pemukiman menengah ke atas, tidak di daerah industry," kata Heppy. "Upaya ini dilakukan agar BBM subsidi bisa lebih tepat sasaran," tuturnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB
X