Prabowo: Tak Pantas Jika Masih Ada Masyarakat di Tanah Air yang Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Sabtu, 24 Agustus 2024 | 15:39 WIB
Menhan yang juga Presiden terpilih Prabowo Subianto saat menghadiri sidang senat terbuka wisuda program Diploma, Sarjana, Magister dan Dokter Unhan RI 2024,, Sabtu (24/8/2024). (f: kompas.com)
Menhan yang juga Presiden terpilih Prabowo Subianto saat menghadiri sidang senat terbuka wisuda program Diploma, Sarjana, Magister dan Dokter Unhan RI 2024,, Sabtu (24/8/2024). (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) yang juga Presiden terpilih Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar dengan sumber daya alam yang melimpah.

Sehingga mestinya pemerintah bisa memaksimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, Prabowo mengakui Indonesia masih menghadapi problem kemiskinan yang harus dituntaskan.

"Hal ini tidak boleh terjadi karena kita punya kekayaan alam yang sangat besar. Kita punya pasar yang sangat besar. Kita punya luas wilayah yang sangat besar," ujar Prabowo saat memberikan pengarahan di acara wisuda program Diploma, Sarjana, Magister dan Dokter Universitas Pertahanan (Unhan) RI di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (24/8/2024), dilansir kompas.com.

"Kita punya teritorial laut yang sangat besar. Kita harus menghilangkan kemiskinan. Kita harus menghilangkan kelaparan," tegas dia.

Ketua Umum Partai Gerindra itu pun menyinggung soal keanggotaan Indonesia di organisasi kerja sama multilateral ekonomi, G20. Menurut dia tak pantas jika masih ada masyarakat di Tanah Air yang hidup di bawah garis kemiskinan.

"Tidak pantas negara anggota G20. Tidak pantas negara yang dianggap terkemuka di ASEAN. Kalau kita masih ada rakyat kita yang lapar, masih ada rakyat kita yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ini melukai hati kita," kata Prabowo. 

"Ini melukai perjuangan pahlawan-pahlawan kita. Ini melukai tujuan kita mendidikan negara dan bangsa kita ini," tegasnya.

Mantan Danjen Kopassus periode 1995-1998 itu lantas menekankan bahwa Indonesia memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang handal dalam penguasaan sains dan teknologi.

Tujuannya supaya bisa menyelesaikan persoalan masyarakat secepatnya. "Kita butuh solusi sekarang, hari ini, bukan di kelak kemudian hari," tambah Prabowo.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB
X