Kepedulian dan Kerja Penyelamatan Lingkungan oleh PPLI Diapresiasi Pemerintah dan Masyarakat

photo author
Febriyanto RS, Riau Satu
- Jumat, 20 September 2024 | 14:33 WIB
Tim Gakkum Kementerian LHK melakukan studi lapangan ke PT PPLI tentang metode pengelolaan limbah yang benar. (f: istimewa)
Tim Gakkum Kementerian LHK melakukan studi lapangan ke PT PPLI tentang metode pengelolaan limbah yang benar. (f: istimewa)

JAKARTA, RIAUSATU.COM – Sejak 1994, perusahaan pengolah limbah beracun berbahaya (B3), PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), terus berinovasi dan mengembangkan diri menjadi perusahaan yang ramah lingkungan dengan dukungan teknologi mumpuni sekelas negara industri maju di dunia.

Perusahaan yang berdiri di atas lahan 64 hektare di kawasan Klapanunggal, Gunung Putri Bogor tersebut, sudah 30 tahun berkiprah di Tanah Air.

Fasilitasnya yang terintegrasi memudahkan pengawasan pengelolaan limbah dari sejak pengangkutan hingga ke penimbunan akhir.

Dimulai dari keberadaan ratusan transportasi yang modern dan terpantau pergerakannya dalam sistem serta memiliki safety tingkat tinggi, baik dari spesifikasi kendaraan dan juga kemampuan driver bersertifikasi.

Selain kendaraan,  PPLI juga dilengkapi fasilitas laboratorium yang sangat mumpuni untuk uji limbah.

"Kami juga memiliki fasilitas untuk melakukan stabilisasi limbah yang datang," ujar Manager Humas PPLI, Arum Tri Pusposari, dalam keterangan resminya, yang diterima redaksi media siber ini, barusan.

Selain hal tersebut, lanjut Arum, PPLI belum lama meluncurkan fasilitas pengolahan limbah PCBs (Polychlorinated Biphenyls) hibah dari badan PBB, UNIDO (United Nation Industrial Development), dan telah resmi dioperasikan usai diresmikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan UN tahun 2023.

Perusahaan yang 90 persen sahamnya dikuasai perusahaan asal Jepang tersebut juga mengolah limbahnya dengan metode thermal.

"Walaupun metode yang digunakan dengan sistem pembakaran, Insinerator PPLI ramah lingkungan. Insinerator big capacity dengan kemampuan memusnahkan limbah hingga 50 ton per hari menjadikan fasilitas ini menjadi Insinerator terbesar di Indonesia, bahkan di Asia tenggara," ujar Dirjen PSLB3 Kementeriam KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, saat meresmikan fasilitas tersebut.

Insinerator big capacity PPLI tersebut dianggap ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan asap pembakaran yang membahayakan dan menimbulkan polusi udara seperti umumnya Insinerator di tanah air.

"Cerobong Insinerator hanya mengeluarkan uap air sisa pembakaran, bukan gas beracun atau asap hitam," ujar Technical Support Manager PPLI, Muhammad Yusuf Firdaus.

Tim Jaksa Lingkungan dari Kejaksaan Agung melakukan studi lapangan ke PT PPLI. (f: istimewa)
Tim Jaksa Lingkungan dari Kejaksaan Agung melakukan studi lapangan ke PT PPLI. (f: istimewa)

 

Fasilitas lain yang dimiliki PPLI adalah evaporator untuk mengolah air limbah menjadi bersih sehingga layak dilepas ke alam.

"Ini penting sebagai bentuk tanggungjawab menjaga kualitas tanah dan air sungai yang ada di sekitar," ujar Yusuf.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Rekomendasi Lima Jaket Denim Wanita Terbaik

Jumat, 10 Februari 2023 | 11:45 WIB
X