riau

GSSB Alami Masa Pasang Surut, Ini Penjelasan Wagubri

Sabtu, 11 Februari 2023 | 15:30 WIB
Wagubri memimpin GSSB di Masjid Paripurna An-Najah, Jalan Sakuntala, Tengkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Sabtu (11/2/2023). (f: ist)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution mengatakan, Gerakan Sholat Subuh Berjamaah (GSSB) menghadapi pasang surut dalam pelaksanaannya.

Wagubri menyebut contoh pada saat pandemi COVID-19. "Dikarenakan kebijakan Pemprov Riau melalui masukan dari para ulama dan praktisi kesehatan yang menganjurkan untuk pembatasan melaksanakan ibadah di masjid," ucapnya.

Wagubri mengatakan itu saat memimpin GSSB di Masjid Paripurna An-Najah, Jalan Sakuntala, Tengkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Sabtu (11/2/2023).

Oleh karena itu, ucap Wagubri Edy, di saat kondisi mulai membaik, maka menjadi tugas pemerintah untuk mengajak masyarakat kembali meramaikan masjid.

"Kebijakan tentang larangan ini nantinya tentu akan dipertanggungjawabkan, maka selain untuk mengajak ke jalan kebaikan, GSSB juga merupakan upaya saya dalam mempersiapkan saksi di hadapan Allah SWT sebagai pemimpin yang mengeluarkan kebijakan tentang larangan beribadah di rumah-rumah ibadah," kata Wagubri Edy Natar.

Ketua GSSB Riau, Zulhusni Domo yang juga menjabat sebagai ketua harian MUI Riau menjelaskan, pentingnya persatuan pergerakan antara ulama dan umara atau pemimpin dalam membimbing umat.

"Umat ini tergantung dengan bagaimana ulama dan umara nya, jika tidak baik ulama dan umara maka umat pun akan buruk, karena tidak ada peran yang membimbing," terangnya.

"Alhamdulillah sejak tahun 2019 pada GSSB yang ke-15 pak Wagub juga gencar bersama tim GSSB mengajak masyarakat melaksanakan subuh berjamaah," ucap Zulhusni.***

Tags

Terkini