riau

Berikut Pendapat Para Tokoh Terkait Pemekaran Kabupaten dan Kota di Riau

Rabu, 11 Januari 2023 | 23:03 WIB
Suasana pertemuan para tokoh/pemuka masyarakat lintas etnis yang tergabung dalam Tim Inisiator Pemekaran Kabupaten/Kota Provinsi Riau dengan Ketua DPRD Riau dan Ketua Komisi I dan jajarannya, Rabu (11/1/2023).

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Belasan tokoh/pemuka masyarakat lintas etnis yang tergabung dalam Tim Inisiator Pemekaran Kabupaten/Kota Provinsi Riau, Rabu (11/1/2023), menyampaikan aspirasinya ke Parlemen Riau.

Mereka diterima oleh Ketua DPRD Riau Yulisman, Ketua Komisi I DPRD Riau Eddy A. Mohd Yatim beserta sejumlah anggota. Berikut pendapat para tokoh/pemuka masyarakat Riau terkait wacana pemekaran di daerahnya.

Inisiator dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAM-R) Datuk Tarlaili mengungkap, semua pihak khususnya DPRD Riau harus mendukung wacana ini demi kemajuan Riau.

"Secara pribadi saya agak kecewa melihat kita di Riau, kurang peka tehadap wacana pemekaran ini. Tidak tahu apa alasan, padahal ini adalah demi pembangunan dan kemajuan Riau ke depan," katanya.

Malu dengan Sumbar
Sementara itu Manahara Manurung mengatakan pihaknya mengaku miris melihat jalan-jalan di Riau saat ini masih banyak yang rusak, bahkan sebagian sudah berbentuk seperti kubangan.

"Malu kita dengan Sumbar yang jalannya mulus-mulus. Kita malu juga dengan Sumut yang memiliki 33 kabupaten/kota pembangunan begitu pesat," kata dia.

Tokoh Indragiri Hilir Ramli Walit mengatakan, saat ini program-program pemerintah belum fokus sehingga tidak terlihat pembangunannya.

"Mungkin karena anggaran yang minim,
namun dengan pemekaran akan lebih memaju pembangunan di suatu daerah pemekaran atau wilayah baru, itu" katanya.

Menurut dia, program pembangunan ke depan harus menyesuaikan dengan budaya dan kultur masyarakatnya.

"Saya berharap dengan pemekaran ini, Inhil bisa menjadi dua atau tiga bagian," katanya.


Nasrun Effendy dalam pertemuan yang sama mendesak agar kalangan legislator Riau juga turut memperhatikan Tapung sebagai wilayah yang patut dimekarkan.

"Tapung paling pantas untuk dimekarkan, semua kajian sudah dilakukan dan sesuai. Jangan dipikirkan kajian akademisnya, tapi terpenting kajian politiknya. DPRD Riau inilah yang harus berjuang karena ini adalah lembaga politik," katanya.

Sementara itu, Ahmad Syah Harrofie menambahkan bahwa momentum ini harus menjadi dasar untuk mencapai tujuan pemekaran ini.

"Kita semua sepakat untuk memperjuangkan pemekaran di Riau, tujuannya adalah untuk pembangunan yang merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," demikian Ahmad Syah. ***

Tags

Terkini