riau

Buntut Keluarga Pasien Kritis Meradang, Gubernur Riau Akan Tindak Tegas Pegawai RSUD Arifin Achmad

Senin, 31 Oktober 2022 | 13:14 WIB
Gubernur Riau Syamsuar saat berbincang dengan Kepala dan dokter RSUD Arifin Ahmad usai pelaksanaan apel pagi, Senin (31/10/2022). (ft: ist)

 

 

 

 

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Keluarga Hironimus Patut Pahur, pasien yang berobat di RSUD Arifin Achmad meluapkan emosinya karena pelayanan yang sangat lambat, pada Sabtu (29/10/2022) malam.

Kemarahan pasien memuncak setelah petugas rumah sakit milik Pemprov Riau tersebut berdalih tidak memiliki stok alat untuk pengecekan darah sebelum transfusi (reagen). 

Bahkan, kaca jendela RSUD pecah usai ditinju keluarga pasien. Sejumlah satpam pun langsung mendatangi menemui keluarga pasien yang mengamuk. Keributan keluarga pasien sampai ke telinga Gubernur Riau, Syamsuar.

Syamsuar mengaku akan mengevaluasi petugas RSUD Arifin Ahmad yang sengaja mempersulit pelayanan keluarga pasien. Namun, dia akan melakukan pendalaman terlebih dahulu. Bahkan dia akan memberikan sanksi terhadap petugas yang melanggar aturan. 

"Tentu akan kita tindak tegas, bisa saja sampai pencopotan, turun pangkat atau turun dari segi jabatan. Tergantung dari segi kesalahannya," kata Syamsuar, usai memimpin apel pagi di RSUD Arifin Ahmad, Senin (31/10/2022) pagi.

Sebelumnya, pasien Hironimus Patut Pahur menjalani perawatan penyakit kanker nasofaring yang dideritanya. Dia membutuhkan darah 20 kantong. Sejumlah personel Brimob Polda Riau, wartawan dan kalangan masyarakat mendonorkan darahnya hingga tercukupi.

Istri Hironimus, Maria menceritakan, bahwa korban membutuhkan darah dikarenakan untuk penyakit kanker. Darah yang dibutuhkan yakni darah trombosit yang harus digunakan dalam 5 hari sebelum kedaluarsa.

Maria menyebutkan, awalnya dia mendapat jawaban dari Pihak RSUD Arifin Achmad bahwa untuk stok darah tidak ada. Lalu pihak keluarga pasien diminta mencari donor darah dan didapatlah dari anggota Brimob Polda Riau hingga masyarakat dan beberapa wartawan. Akhirnya darah terkumpul hingga 20 kantong.

"Setengah jam setelah diminta, kita sebar langsung datang mereka. Semua ramai mau donor darah. Tiba-tiba darahnya dipermainkan sama orang RSUD ini," kata Maria kepada sejumlah wartawan di RSUD Arifin Achmad.

Halaman:

Tags

Terkini