BANGKINANG, RIAUSATU.COM - Gubernur Riau (Gubri) Drs. H. Syamsuar M.Si. mengatakan, sejauh ini sejumlah daerah tetangga seperti Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), Lampung, dan dan sejumlah provinsi di Pulau Jawa masih jadi andalan untuk menutupi kekurangan cabai merah di Riau.
Ketika menghadiri sebuah kegiatan di Kabupaten Kampar, Senin (12/9/2022), Gubri Syamsuar menjelaskan bahwa kebutuhan cabai merah untuk Riau sekitar 29.193 Ton (tingkat konsumsi 4,53 Kg/Kapita/Tahun), sementara produksi tahun 2021, 14.097 Ton dengan luas panen 1.555 Ha.
"Rata-rata produktivitas 8,4 Ton/Ha, maka terdapat kekurangan sebesar 15.096 Ton atau 51,71%. Kekurangan inilah yang dipenuhi dari sejumlah provinsi tetangga," tambah mantan BUpati Siak dua periode itu.
Hal ini, menurut Gubri, menyebabkan harga cabai berfluktuasi, tergantung dari harga di tingkat petani, ditambah dengan margin pemasaran hingga cabai sampai di tangan konsumen masyarakat Riau.
Dalam rangka mendukung kestabilan harga serta persediaan cabai dan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat Riau terhadap pangan, menurut Gubri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau dan Perangkat Daerah terkait secara bertahap membagikan bibit cabai untuk masyarakat Riau.
"Pembagian bibit cabai untuk masyarakat ini dilakukan secara bertahap di seluruh Kabupaten/Kota dengan prioritas terutama di wilayah inflasi yang tinggi, yaitu Kota Pekanbaru, Kota Dumai dan Kabupaten Indragiri Hilir," kata Gubri.
Ia menjelaskan bahwa pembagian bibit cabai secara gratis ini merupakan salah satu upaya menyiapkan logistik hortikultura strategis untuk mengendalikan inflasi, karena tingginya harga cabai.
Sekaligus merupakan bentuk dukungan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), serta Pertanian Perkotaan (Urban Farming). "Kami berharap, masyarakat dapat menanam benih cabai sendiri dengan memanfaatkan pekarangan rumah salah satu kunci ketahanan pangan rumah tangga," harapnya.***