PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Gubernur Riau (Gubri) Drs. H. Syamsuar M.Si. mengatakan pengumpulan zakat para aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Riau jauh melampaui target setelah diterapkannya sistem yang baru.
"Seluruh ASN Pemprov Riau per bulannya menyisihkan uang untuk diberikan kepada badan zakat dengan menggunakan penerapan payroll system" kata Gubri saat meresmikan kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Riau di Pekanbaru, Jumat (9/6/2023).
Terbukti dengan terobosan ini, menurut Gubri, realisasi pengumpulan dana zakat di Provinsi Riau pada tahun 2022 melampaui target yang ditetapkan, yakni mencapai Rp 39,2 miliar dari target sebesar Rp18 miliar.
Untuk diketahui, menurut Gubri, perolehan zakat ASN Riau selama 2021 tercatat sebesar Rp16 miliar lebih dan data perolehan zakat yang sama tahun 2020 mencapai Rp15 miliar lebih.
"Pada 2020 dan 2021, sistem pengumpulan dana zakat masih manual, dengan dipotong oleh petugas BRK. Namun kemudian beralih dengan sistem payroll system," katanya, dilansir website resmi Pemprov Riau.
Menurut Gubri, gerakan itu akan terus dilakukan, di mana tiap bulannya seluruh ASN menyisihkan gajinya untuk zakat yang diberikan langsung untuk Baznas. "Semoga zakat ini tepat pada sasarannya yaitu masyarakat yang membutuhkan," ungkapnya.
Pada bagian lain, Gubri meminta dukungan Baznas Provinsi Riau untuk membantu pemerintah dalam menghentaskan kemiskinan ekstrem dan permasalahan stunting di daerah ini.
"Kami meminta dukungan dari Baznas Riau dan kabupaten kota untuk terus berkomitmen dan berjuang bersama kami agar kemiskinan ekstrem ini berkurang juga permasalahan stunting didaerah dapat teratasi dengan baik," pinta Syamsuar.
"Saya harapkan zakat ini benar benar disalurkan kepada masyarakat fakir dan miskin ekstrem. Karena tugas kita di pemerintah bersama Baznas untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem menjadi 0 sesuai dengan instruksi Bapak Presiden tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem," harapnya.***