Tingkat pengangguran terbuka Riau per Agustus 2022 mencapai 4,37%, jauh di bawah nasional yang berada 5,86%. Adapun tingkat kemiskinan di Riau per September 2022 mencapai 6,84%, jauh di bawah angka nasional yakni 9,57%.
Di wilayah timur, Maluku Utara menjadi yang terbaik dengan poin 420, disusul dengan Sulawesi Tengah (415) dan Sulawesi Barat (310).
Provinsi berpenduduk sekitar 1,3 juta tersebut kini menjadi primadona bagi investor asing sejalan dengan program hilirisasi pemerintah.
Maluku Utara mampu menarik investasi asing senilai US$ 4,5 miliar pada 2022. Nilai tersebut naik drastis dibandingkan pada 2017 yang baru tercatat US$ 3 miliar.
Hilirisasi juga membantu Maluku Utara untuk provinsi dengan laju pertumbuhan tertinggi di Indonesia.
Pada 2021 di mana banyak provinsi di Indonesia baru mulai pulih, ekonomi Maluku Utara sudah menembus double digit yakni 16,79%. Pertumbuhan mereka mampu melambung 22,94% pada 2022.
Dengan investasi yang besar, Maluku Utara mampu menekan angka kemiskinan dari 6,97% pada September 2020 menjadi 6,37% per September 2022.
Besarnya arus modal yang masuk ke Maluku Utara memudahkan provinsi tersebut untuk menekan angka pengangguran. Tingkat pengangguran turun tajam dari 5,15% per Agustus 2020 menjadi hanya 3,98% per Agustus 2022.
Terima Kasih
Menanggapi hasil riset CNBC Indonesia tersebut, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan apresiasi dan terima kasih.
"Terima kasih. Tentu saja ini menjadi motivasi bagi kita untuk bekerja lebih keras lagi dalam melayani kepentingan masyarakat," ucapnya.
Gubri Syamsuar menyampaikan apresiasi karena CNBC Indonesia Research dapat melihat dan menilai kinerja Pemprov Riau secara komprehensif. (rls)