PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Posisi terakhir, Provinsi Riau sudah nihil kasus kebakaran hutan dan lahan (karhulta) menyusul setelah kasus terakhir di Kabupaten Bengkalis berhasil ditangani.
Bagaimana agar kasus tak berulang? "Kita
mengimbau masyarakat supaya tidak membuka lahan dengan cara membakar,"
kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal, Jumat (31/3/2023).
Menurut Edy, langkah tidak membakar lahan dalam mengelola areal perkebunan menjadi poin paling utama dalam rangka menekan angka kasus karhutla di Riau dengan melibatkan banyak sektor.
Bukan cuma dari BPBD, menurut Edy, TNI-Polri juga ikut serta. "Di daerah itu kan sudah ada Bhabinkamtibmas dan Babinsa, mereka juga dilibatkan dalam sosialisasi,” tuturnya.
Dia menambahkan, upaya pencegahan harus terus dilakukan sekaligus menjadi sinyal untuk mendeteksi dini potensi-potensi terjadinya karhutla. Selain itu kegiatan patroli akan terus dilakukan oleh tim-tim di daerah. Kegiatan sosialisasi juga bisa disisipkan di tengah kegiatan seperti itu.
“Kita akan terus mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal ini menjadi kunci utama untuk menekan angka kasus Karhutla di Riau saat ini. Kita juga tidak mau capaian-capain kita saat ini menjadi sia-sia jika masyarakat tidak diingatkan,” katanya.
Sebagaimana diketahui, sejumlah wilayah di Riau yang sebelum sempat dilanda karhutla berhasil dipadamkan oleh petugas. Terakhir, karhutla ditemukan di Desa Kembung Luar dan Desa Teluk Pambang. Kedua desa ini berada Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Namun saat ini sudah padam.
Menurut Edy, dengan sudah padamnya Karhutla di Bengkalis, makan saat ini Riau nihil Karhutla. "Riau kondusif, sudah nihil karhutla. Mudah-mudahan ini bisa kita pertahankan," ujarnya, dilansir website resmi Pemprov Riau.
Dari yang dirangkum di BPBD Riau, luas lahan terbakar di Riau dari 1 Januari sampai 28 Maret 2023 lebih kurang 131,44 Hektar.
Daerah yang paling banyak luasan lahar terbakarnya saat ini adalah Bengkalis dengan 79,87 Hektar. Kemuduan di Rohil 5,5 Hektar, Dumai 19.27 Hektar, Meranti 2,5 Hektar, dan Siak 9.95 Hektar," katanya.
Sementara di Pekanbaru sudah terjadi 7,2 Hektar lahan terbakar, Kampar 1 Hektar, Indragiri Hulu 0,65 Hektar, Inhil 5,5 Hektar.
"Kemudian ada tiga daerah yang masih nihil, yakni Kuansing, Rohul dan Pelalawan ," katanya.