PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Kasus kecelakaan kerja di wilayah kerja Blok Rokan, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Kabupaten Rokan Hilir, kembali menewaskan tiga orang pekerja, Jumat (24/2/2023). Ketiganya merupakan pekerja PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), subkontraktor PT PHR.
Video rekaman CCTV detik-detik ketiga pekerja masuk kontainer limbah dan tewas di area CMTF Balam Selatan, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, kini beredar luas di media sosial. Diawal video, 1 orang pekerja yang tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) lengkap terlihat jatuh lebih dulu ke kontainer limbah, lalu ditolong oleh 2 orang rekan kerjanya. Namun, kedua pekerja itu juga ikut tewas dalam kontainer limbah.
Dari video berdurasi 2 menit 16 detik itu, awalnya seorang pekerja PT PPLI terlihat mengecek salah satu kontainer berisi limbah pukul 12.06 WIB. Tak lama, pekerja itu turun ke dalam kontainer limbah dengan melepas helm safety.
Lalu sekitar 25 detik kemudian, pekerja yang diketahui bernama Dedi itu menaiki tangga bak limbah. Sesampainya diatas, Dedi terlihat menengadahkan kepalanya dan lemas. Ia pun kemudian jatuh ke dalam bak limbah sekitar pukul 12.07 WIB.
Jatuhnya Dedi dilihat oleh kedua orang temannya, Hendri dan Ade. Sekitar 1 menit selanjutnya, mereka terlihat langsung masuk ke ke dalam kontainer untuk memberikan pertolongan ke Dedi yang jatuh.
Terlihat Hendri dan Ade, tampak tetap menggunakan helm. Bukannya berhasil menyelamatkan Dedi, keduanya juga turut tewas di dalam kontainer limbah.
Publik Relagion & Legal Manager PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) Arum Tri Pusposari membenarkan rekaman CCTV itu. Dia menyebut, PT PPLI melakukan investigasi terkait Fatality yang mengakibatkan tiga pekerja meninggal.
"Iya. Berdasarkan pantauan CCTV memang terlihat adanya upaya para pekerja saling membantu rekan kerjanya tanpa memikirkan resiko yang terjadi," ujar Arum.
Ia menegaskan, tewasnya ke tiga pekerja itu pun menjadi catatan dan evaluasi PPLI sebagai rekanan kerja PT PHR. Arum meminta pekerjanya agar mematuhi SOP yang telah ditetapkan.
"Insiden kerja ini menjadi bahan evaluasi serius di internal kami dan pembekalan berharga buat SDM kami untuk benar-benar mengikuti SOP yang telah ditentukan," kata Arum.
Terkait informasi ketiga pekerja itu tewas keracunan hawa limbah di kontainer, Arum mengaku pihak perusahaan sedang mendalami dugaan tersebut. Tim sedang meneliti kandungan dalam cairan limbah itu.
"Investigasi juga mencakup hal tersebut. Kandungan dalam cairan akan diidentifikasi," pungkasnya.
Kepala Disnakertrans Riau, Imron Rosyadi menyebutkan jika pihaknya tengah menyelidiki kasus tewasnya tiga pekerja tersebut. Bahkan, pihanya telah menurunkan tim pengawas ke lokasi kecelakaan kerja di area PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) - Blok Rokan.