riau

Inisiator Pemekaran Kabupaten/Kota di Riau Gelar Silaturahmi, Danrem 031/WB: Jaga Persatuan

Selasa, 21 Februari 2023 | 12:00 WIB
Tim Independen Inisiator Pemekaran Kabupaten/Kota Riau bersilaturahmi dengan Danrem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung. (f: ist)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Tim Independen Inisiator Pemekaran Kabupaten/Kota Provinsi Riau bersilaturahmi dengan Komandan Resor Militer (Danrem) 031/Wira Bima, Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung dalam rangka perkenalan dan pereratan persatuan/kebersamaan.

"Sebagai Danrem di wilayah ini, saya tidak bisa mendukung dan tidak bisa juga menentang wacana ini, karena ini aspirasi dari masyarakat," kata Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung dalam pertemuan yang digelar di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Selasa (21/2/2023).

Dalam pertemuan itu, hadir Koordinator Tim Independen Insiator Pemekaran Kabupaten/Kota Provinsi Riau, Syamsul Rakan Chaniago, Sekretaris Tim Fazar Muhardi, tokoh masyarakat Riau M Nasir Day, Nasrun Effendi, Ketua Persebatian Pemuka Masyarakat Riau (PPMR).

Ahmad Syah Harrofie (mantan Bupati Bengkalis), Ramli Walid (tokoh birokrat), Asri Auzar (tokoh politik Riau), Imam Subroto (Ketua Ikatan Keluarga Jawa Riau/IKJR), Dr Fikri Idris (akademisi/tokoh Kuansing), dan Novrizon Burman (tokoh pers Riau).

Danrem mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat dapat menjaga kerukunan, ketenteraman, dan kebersamaan, jangan sampai terpecah belah, apa lagi menimbulkan konflik horizontal.

"Saya hanya ingatkan itu, dan jangan sampai terjadi perpecahan atau konflik sebagai dampak dari rencana pemekaran wilayah kabupaten. Pembagian wilayah harus benar-benar ideal, jangan sampai daerah otonomi baru justru mengambil semua sumber daya alam dari kabupaten induk yang berpotensi menimbulkan kecemburuan dan berujung konflik," kata Brigjen Parlindungan.

Danrem juga menyarankan agar tetap perkuat kebersamaan di antara tokoh masyarakat lintas etnis agar lebih kuat dan didukung juga dengan langkah kongkrit untuk pembangunan dan kemajuan masyarakat.

"Menurut saya aspirasi pemekaran ini tidak ada masalah selagi tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti konflik masyarakat," katanya.

"Ini merupakan tahun politik, dan saya pikir akan ada fokus ke Pemilu, namun tidak menutup kemungkinan untuk merealisasikan wacana ini," katanya.

Koordinator Tim Independen Insiator Pemekaran Kabupaten/Kota Provinsi Riau, Syamsul Rakan Chaniago dalam pertemuan itu menanggapi positif atas saran dari Danrem Brigjen Parlindungan.

"Wacana pemekaran ini adalah solusi atas berbagai persoalan di Riau. DOB akan sangat berpengaruh atas kemajuan dan percepatan pembangunan daerah-daerah di Riau selain juga memangkas rentang kendali pemerintahan," kata Syamsul Rakan.

Syamsul Rakan menjelaskan, pihaknya sudah ketemu dengan Ketua DPRD Riau dan seluruh anggota Komisi I DPRD Riau, para tokoh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), para tokoh di Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), para tokoh masyarakat di sejumlah wilayah kabupaten/kota, serta Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau.

Pada intinya, lanjut dia, semua sepemahaman dan sepakat bahwa pembentukan DOB ini akan memberi dampak positif bagi percepatan pembangunan, ekonomi, pendidikan dan kesehatan rakyat.

"Kalau ada riak-riak sedikit menurut saya itu hal yang biasa dalam perjuangan," katanya.

Saat ini ada sejumlah aspirasi masyarakat untuk pembentukan beberapa DOB, beberapa telah diwacanakan bahkan telah sampai ke program legislasi nasional (Prolegnas) sejak beberapa tahun silam.

Halaman:

Tags

Terkini