riau

Gubri: Riau Istimewa di Bidang SDM dan SDA

Kamis, 2 November 2023 | 13:00 WIB
Peluncuran buku Riau Istimewa di Pekanbaru. (f: ist)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengapresiasi penerbitan buku Riau Istimewa yang diinisiasi beberapa tokoh masyarakat Riau.

Gubernur Syamsuar juga menyebutkan bahwa Riau sudah istimewa sejak awal, yakni ketika sumber daya alam (SDA) besar menjadi salah satu sumber pendapatan secara Nasional.

Akan tetapi, masyarakat Riau tidak boleh terlena dengan sumber daya alam itu. Diperlukan juga peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Demikian disampaikan Gubernur Syamsuar saat meluncurkan buku Riau Istimewa, di gedung Pauh Janggi, kediaman Gubernur Riau, Rabu (1/11/2023).
.
"Kami ingin meningkatkan sumber daya manusia anak-anak Riau. Pendidikan penting agar SDA bisa dikelola dengan baik," ujar Gubernur Syamsuar, seperti rilis diterima riausatu.com.

Peluncuran buku Riau Istimewa ini dihadiri juga oleh Gubernur Riau di masanya Wan Abu Bakar, anggota DPD RI Misharti, Ketua Dewan Kehormatan Panitia Penerbitan Buku Riau Istimewa yang juga Ketua DPRD Riau di masanya Chaidir, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau Auni M Noor, dan beberapa tokoh masyarakat Riau lainnya.

Selain diikuti tokoh masyarakat Riau, kegiatan ini juga diikuti tokoh masyarakat lintas etnis yang tergabung dalam FPK. Dua kegiatan ini disatukan dalam satu acara.

Gubernur menyebutkan apresiasinya pada akademisi/cerdik-cendekia, alim-ulama, pemangku adat, dan
pemuka masyarakat yang merefleksikan berbagai dimensi
keistimewaan-keistimewaan Riau dalam buku ini.

Gubernur menyebut, Sultan Syarif Kasim II pernah menyatakan kepada Presiden Soekarno bahwa Kesultanan (Kerajaan) Siak Sri Indrapura bergabung ke dalam
negara Republik Indonesia.

Istimewanya lagi, Sultan Siak bukan
hanya sekadar mengintegrasikan Kesultanan Siak yang posisinya
pada saat Proklamasi Republik Indonesia 1945 masih merupakan sebuah negara tersendiri yang merdeka, namun juga menyerahkan seluruh kekayaannya berikut uang sejumlah 13 juta gulden.

Setelah memasuki masa kemerdekaan, tidak dapat dipungkiri bahwa kekayaan minyak dan gas Bumi dari Provinsi
Riau menjadi istimewa perannya sebagai salah satu sumber modal pembangunan.

Tidak hanya berhenti sampai di situ, kekayaan sumber daya hutan memasuki era 1970-an memberikan andil yang
besar sebagai salah satu penyumbang devisa.

Saat ini, berkembangnya sektor pertanian, khususnya perkebunan juga
memperlihatkan peran Provinsi Riau yang penuh istimewa, dan
semakin menunjukkan kontribusi Provinsi Riau untuk PDB Nasional masih tetap istimewa dari waktu ke waktu. Namun, sebagian orang Melayu terkadang melupakan keistimewaan tersebut.

"Semoga dengan terbitnya buku ini dapat memberikan pengetahuan bagi seluruh masyarakat Riau hari ini
maupun generasi penerus Riau di masa yang akan datang bahwasanya Riau memang Istimewa. Sehingga keberkahan potensi yang dimiliki Riau tidak punah," ujar Gubernur.

Ketua Dewan Kehormatan Panitia Penerbitan buku Riau Istimewa (PPB-RI), Chaidir, menyebut, dia mewakili pengasas (SC) penerbitan buku ini Datuk Rida K Liamsi yang sedang mengadakan kegiatan lain di Tanjungpinang.

Buku Riau Istimewa ini dirancang oleh sebuah superteam dengan komitmen yang hebat. Buku ini dimaksudkan, sebagai sebuah legacy peradaban negeri ini, bersanding dengan semua jejak digital.

Halaman:

Tags

Terkini