PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Seminar Nasional Peningkatan SDM Kesehatan dan Strategi Peningkatan SDM Kesehatan untuk Persiapan Implementasi UU Nomor 17 2023 tentang Kesehatan, ditaja oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau, bertempat di SKA Co-Ex Pekanbaru, Selasa (24/10/2024).
Kadiskes Riau, Zainal Arifin kepada riausatu.com menyebutkan, sudah waktunya kita (dinas kesehatan,-red) memberikan peningkatan SDM di bidang Kesehatan.
"Karena di layanan Kesehatan itu juga menjadi sebuah tuntutan. Jadi mau tidak mau, kita harus mempersiapkan SDM kita yang harus menggunakan IT atau dapat memahami IT. Dan masyarakat pun seperti itu, ada antrean online, jadi tidak perlu lagi menunggu lama. Artinya, kita harus mempersiapkan SDM kita untuk perubahan ke teknologi digitalisasi," ujarnya.
Kemudian menyikapi dengan adanya Undang-Undang yang baru ini, katanya lagi, kita semua harus bersiap karena perubahan-perubahan jaman.
Terkait tenaga kesehatan yang bertugas di pelosok kepulauan di Riau yang menggunakan digital, Zainal menyebutkan bahwa setiap puskesmas mulai 1 Januari 2024 sudah tidak boleh lagi menggunakan status pasien secara manual dan harus beralih ke sistem IT atau digitalisasi.
"Jadi tidak perlu menggunakan kartu pasien lagi, cukup menggunakan NIK, langsung bisa diakses," terangnya.
Zainal berharap, dengan kegiatan ini mudah-mudahan dapat membuka wawasan bagi mereka yang ingin meningkatkan SDM.
Sementara itu, ketua panitia Musfardi menyampaikan bahwa peserta 300 orang yang hadir serta keynote speaker H Zainal Arifin SKM MKes dari Kepala Dinas Kesehatan Riau, narasumber yakni Dekan FKM UI Prof dr Mondastri Korib Sudaryo MS D Sc dan Prof Dr Dra Dumilah Ayuningtyas MARS dari Guru besar FKM UI.
Dari nasional dilakukan secara daring yang diikuti sebanyak 152 orang.
"Tujuan kegiatan ini agar mendapatkan informasi terkini dalam pengembangan SDM provinsi Riau melalui tantangan dan hambatan untuk mewujudkan tahun Indonesia emas 2045 menjadi negara maju dengan kualitas manusia yang unggul, berkualitas, kompeten dan berdaya saing," urainya.
Ia berharap, adanya program pendidikan kelanjutan Kesehatan di daerah sehingga terjadi pemerataan tenaga kesehatan, berkualitas, soft skill dan berakhlak.
"Semoga harapan kami akan terbentuk generasi Indonesia emas tahun 2045 unggul dan berkualitas," pungkasnya.(ift)