Isu Reshuffle Kabinet Kian Menguat, Pengamat: Tidak Mempengaruhi Konstelasi Politik

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Senin, 30 Januari 2023 | 15:57 WIB
 ILustrasi perombakan kabinet. (f: int)
ILustrasi perombakan kabinet. (f: int)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono menilai, reshuffle kabinet Jokowi yang kian menguat tidak akan terlalu mempengaruhi konstelasi perpolitikan di Tanah Air.

"Reshuffle sekarang ini kan hal biasa ya. Ada atau tidak reshuffle, tidak mempengaruhi konstelasi politik," ucapnya, Minggu, 29 Januari 2023, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Isu perombakan kabinet belakangan mencuat, terlebih setelah muncul kabar hubungan Jokowi dengan Partai NasDem yang merenggang. Pekan lalu, Presiden bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Istana Kepresidenan Jakarta, meski tidak ada penjelasan mengenai maksud pertemuan tersebut.

Teguh Yuwono mengatakan perombakan kabinet bisa saja dilakukan Jokowi dalam waktu dekat. Hal itu dilakukan untuk menegaskan posisi politiknya, terutama menjelang kontestasi Pemilihan Umum 2024.

"Apakah itu (reshuffle) akan menentukan kehebohan politik, enggak akan. Hanya semakin menegaskan, misalnya si A mendukung A dari partai A. Itu saja saya kira," ujarnya.

Menurut Teguh Yuwono, Presiden memang sudah seharusnya menjaga soliditas kabinet yang dipimpinnya dengan berbagai upaya. Termasuk, merombak kabinet jika memang langkah itu diperlukan.

"Saya kira jelas begitu. Di mana pun presiden itu 'the most ultimate power'. Ketika kemudian ada yang tidak loyal, ada yang memutuskan selesai di tengah jalan, harus ada penegasan dari pemimpin nasionalnya," katanya.

Jokowi Soal Reshuffle

Presiden Jokowi tampaknya akan kembali melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju Jilid II. Berbicara usai meninjau proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dia pun memberikan sinyal perombakan itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

Kode keras akan adanya reshuffle itu disampaikan Jokowi, tidak lama setelah Partai NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon Presiden (Capres) untuk Pilpres 2024 nanti. Padahal, NasDem saat ini berstatus sebagai koalisi Pemerintah, dan telah menjadi partai pemenangan Jokowi selama 2 periode berturut-turut.

"Rencana (reshuffle) selalu ada,” kata Jokowi seusai meninjau lokasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Tegalluar, Jawa Barat, Kamis, 13 Oktober 2022.

Akan tetapi, orang nomor satu di Indonesia itu tidak mau memberitahukan kapan reshuffle tersebut akan dilaksanakan.

"Pelaksanaannya nanti diputuskan," ucap Jokowi.

Jokowi juga tidak membantah perihal kabar reshuffle menteri di 2023, saat ditanya pada Senin, 3 Januari 2023 lalu. Dalam tanggapannya, dia tidak memberikan banyak keterangan mengenai reshuffle menteri dan tidak membantah kabar tersebut.

"Tunggu saja. Ditunggu saja," ujarnya di Kawasan Tanah Abang, Jakarta, Senin 3 Januari 2023.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X