Sinyal ini juga pernah disinggung juga oleh Presiden Jokowi pada saat menghadiri acara ulang tahun Perindo dengan meminta hati-hati pihak lain.
PSI dan Hanura juga memiliki peluang yang cukup baik di tahun 2024. Namun, Hanura juga harus berebut suara dan kelompok jaringan di internal partai yang kini mendirikan PKN. Sedangkan PSI, harus berusaha mencari figur baru setelah beberapa kader terbaiknya, seperti Tsamara, Rian Ernest, dan lainnya yang memilih meninggalkan PSI.
“Parpol non-parlemen tentu akan menjadi ancaman bagi partai lama. Apalagi partai baru yang cukup baik infrastruktur politiknya dan didukung oleh figur-figur baru potensial. Perindo, Hanura, dan PSI tentu akan saling bersaing atau mendorong partai lama keluar dari parlemen di Pemilu 2024”, tutup Arifki. ***