Akbar Tandjung: Caketum Golkar Perlihatkan Semangat Rekonsiliasi

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Kamis, 12 Mei 2016 | 10:58 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-Golkar dalam waktu dekat akan menggelar munaslub dengan agenda inti mencari ketua umum baru. Ada 8 calon ketua umum yang berlaga dan semangat yang ditonjolkan adalah semangat rekonsiliasi.

''8 Calon ini melakukan dialog dan terlihat ada semangat rekonsiliasi dari kubu yang berkonflik baik itu dari kubu ARB dan Agung Laksono,'' ujar Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung saat dihubungi detikcom, Kamis (12/5/2016).

''Mudah-mudah ini semangat terwujudnya semangat Golkar baru ke depan,'' tambahnya.

Akbar mengapresiasi semua visi dan misi para caketum Golkar dan menganggap visi dan misi mereka sangat bagus. Konsep road show munaslub sebaiknya ditiru oleh parpol lain karena mengandung pendidikan politik dan para kandidat menunjukkan bakat kepemimpinannya.

''Kita bisa menilai kapasitas dan berkaitan politik kebangsaan. Saya pikir masalah di Golkar memberikan pelajaran,'' kata Akbar.

Dia tidak ingin memberikan pilihan kepada siapa yang terbaik selama road show caketum Golkar ini. ''Kita lihat ajalah siapa yang terbaik,'' ujarnya.

Menyoal lolosnya Setya Novanto dalam bursa caketum Golkar meski memiliki masalah etika, Akbar mengatakan hal tersebut masih dalam pembahasan Komite Etik munaslub Golkar.

''Saya dengar ada pengaduan tapi nanti akan diputuskan oleh dewan etika,'' kata Akbar.

Sebelumnya, Munaslub Golkar kembali mengalami perubahan jadwal. Acara pembukaan yang sedianya digelar Minggu (15/5) pagi, dipercepat menjadi Sabtu (14/5) malam.

''Pembukaan Munaslub PG dimajukan dari tanggal 15 pagi ke 14 malam pukul 20.00 WIB. Tetap akan dibuka oleh Presiden,'' kata Korbid Humas Munaslub Golkar Meutya Hafid.

Meutya menjelaskan perubahan jadwal ini disebabkan alasan teknis, yaitu terkait mobilisasi peserta Munaslub. Panitia menilai lebih sulit mengatur acara pembukaan untuk sekitar 3.600 peserta Munaslub di pagi hari. ''Untuk peserta dan peninjau yang jumlahnya tidak kurang dari 3.600 orang, agak sulit jika jam 9.00 WITA pagi pelaksanaannya. Sehingga dibuat malam, lebih mudah untuk pergerakan hampir 4.000 orang tersebut,'' ujar Wakil Ketua Komisi I DPR ini. (dri)



Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

X