Menyatakan Dukungan, Budiman Sudjatmiko Titip ke Prabowo untuk Majukan Kesejahteraan Umum

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Sabtu, 19 Agustus 2023 | 11:04 WIB
Politikus PDIP, Budiman Sudjatmiko. (f: editor.id)
Politikus PDIP, Budiman Sudjatmiko. (f: editor.id)

SEMARANG, RIAUSATU.COM - Politikus PDIP, Budiman Sudjatmiko mengungkapkan alasannya lebih memilih untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres). Padahal, partainya sudah menyiapkan Ganjar Pranowo untuk bertarung di Pilpres 2024.

Dia menuturkan bahwa berkat tulisan Prabowo Subianto, dirinya bisa memahami isi pikiran sang Capres. Buku berjudul Paradoks Indonesia itu pun kini berhasil mengubah haluan kader PDIP tersebut.

"Kalau saya tidak mencintai isi pikiran itu, berarti saya mengkhianati diri saya sendiri, mengkhianati cita-cita saya sendiri," tutur Budiman Sudjatmiko di Gedung Marina, Semarang, Jawa Tengah, Jumat 18 Agustus 2023, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.

"Saya biasa mengambil risiko apapun, hari ini saya katakan Budiman Sudjatmiko ingin menitipkan pada Pak Prabowo Subianto. Saya dan teman-teman ingin menitipkan, jika Insya Allah atas kehendak Allah SWT Pak Prabowo jadi Presiden kedelapan Indonesia, tolong majukan kesejahteraan umum dengan mengembangkan koperasi, mengembangkan bumdes, menata jaminan sosial untuk rakyat Indonesia," tuturnya menambahkan.

Dia juga meminta agar Prabowo Subianto untuk mencerdaskan kehidupan bangsa jika terpilih sebagai Presiden. Ketua Umum Gerindra itu diminta untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena hanya dengan itu Indonesia bisa mengatasi pandemi.

Budiman-Prabowo dan 1998
Mantan aktivis mahasiswa era 1998 itu menuturkan bahwa untuk menghadapi permasalahan bangsa ke depan, dibutuhkan sosok pemimpin yang bisa mengembalikan kembali rasa percaya antara anak bangsa.

Pandemi Covid-19 yang berhasil dilewati pun disebutnya bukan ancaman terakhir. Menurutnya, ada banyak persoalan di depan yang akan terjadi tanpa adanya pengalaman mengatasi.

"25 tahun yang lalu, Pak Prabowo menjalankan tugas negara, saya dan teman-teman menjalankan tugas sejarah," ucap Budiman Sudjatmiko.

Dia pun menyinggung bagaimana dulu, dia sebagai aktivis mahasiswa dan Prabowo Subianto sebagai TNI berada di kubu yang berbeda. Aktivis yang dulu menentang kekuasaan Soeharto itu kini justru merapat ke orang yang bertentangan dengannya.

"Dulu, terpaksa kita ada di kubu yang berbeda, tapi setelah 25 tahun saya terinspirasi setelah membaca buku Paradoks Indonesia yang diberikan oleh Pak Prabowo, ditulis oleh Pak Prabowo," ujar Budiman Sudjatmiko.

"Kok semangatnya sama seperti yang dulu saya dengan teman-teman aktivis perjuangkan untuk kedaulatan rakyat Indonesia. Sama! Jadi sudah saatnya tugas sejarah harus menyatu dengan tugas negara," ucapnya menambahkan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X