Ada yang Mau Demo Agar Gubernur Riau Mundur, Iwan Pansa : Jangan Ganggu Orang yang Sedang Bekerja

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 22:10 WIB
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, Iwan Pansa.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, Iwan Pansa.

 

 

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Adanya isu akan dilakukannya unjuk rasa yang mendesak Gubernur Riau Abdul Wahid untuk mundur, menjadi perhatian berbagai kalangan. Hal ini dinilai terlalu dini dan diduga bermuatan politis.

Menanggapi hal itu, Iwan Pansa selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru menyampaikan argumentasinya.

Iwan Pansa menilai, saat ini semua pihak harus mendukung upaya-upaya serta pergerakan yang dilakukan Gubernur Riau Abdul Wahid.

"Gubri baru hitungan hari, sebaiknya jangan ada pihak-pihak yang mengganggu kinerja Gubernur," ujarnya, Sabtu 24 Mei 2025.

Menurut Iwan, sebagai masyarakat, baik individu maupun kelompok, sah sah saja jika ingin memberikan masukan dan ataupun kritik, tapi harus jelas juga, kritik nya berdasar, dan juga mampu memberikan solusi, jangan hanya kritik, tapi tujuannya jahat, ingin menjatuhkan.

"Kita berharap, semua pihak menyadari, kontestasi Pilkada Sudah selesai, saatnya semua bahu membahu, menjaga Riau dan menuangkan semua ide serta gagasan kita untuk membangun Riau, bersama sama kita mendorong gubernur untuk membawa Riau maju kedepan," kata pria yang akrab disapa Iwan P ini.

Lanjut Iwan, sebagai masyarakat, maupun ormas, LSM memang memiliki peran control bagi kinerja pemerintah, tapi tentu kita harus melihat semua prosesnya.

"Saat inikan Gubernur sedang berproses dan mencoba mengajak semua pihak membangun Riau, maka dari itu, ayo kita semua, untuk saat ini mendukung apa sedang dikerjakan pemerintahan provinsi Riau, demi kemajuan Riau yang kita cintai ini," ajak Iwan P.

"Jangan kita justru menjadi penghalang untuk kemajuan Riau yang sedang diperjuangkan oleh Pemprov Riau," tegasnya. ***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

X