Agung-Markarius Bakal Tata TPS: Sampah Diolah Jadi Briket dan Energi Baru

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 21:15 WIB
Kaum ibu di Jalan Lingkar Buatan RW 13, Kelurahan Lembah Sari mengikuti dengan saksama pemaparan paslon AMAn, Selasa (15/10/2024). (f: istimewa)
Kaum ibu di Jalan Lingkar Buatan RW 13, Kelurahan Lembah Sari mengikuti dengan saksama pemaparan paslon AMAn, Selasa (15/10/2024). (f: istimewa)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Ratusan ibu-ibu di Kecamatan Rumbai Timur antusias mendengarkan visi dan misi pasangan Agung Nugroho-Markarius Anwar dalam kampanye dialogis yang berlangsung di Jalan Lingkar Buatan RW 13, Kelurahan Lembah Sari, Selasa (15/10/2924) petang.

Dalam acara tersebut, calon Wali Kota Agung Nugroho hadir didampingi istrinya, begitu pula calon Wakil Wali Kota Markarius Anwar yang juga hadir bersama istri.

Turut hadir pula anggota Fraksi Demokrat DPRD Pekanbaru, Aidil Amri, serta anggota Fraksi PKS DPRD Pekanbaru, Firmansyah, beserta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Markarius Anwar dalam pidatonya menyampaikan bahwa ia sangat memahami apa yang sedang dirasakan oleh masyarakat saat ini, mulai dari isu kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, hingga pelayanan administrasi.

Di bidang kesehatan, pasangan nomor urut 5 ini berjanji akan membangun rumah sakit pemerintah terbesar di wilayah Rumbai, mengingat jarak fasilitas kesehatan yang terlalu jauh dari pusat kota.

Selain itu, mereka juga berencana menyediakan layanan mobil antar-jemput gratis bagi pasien.

Untuk masalah lapangan kerja, Agung dan Markarius berkomitmen untuk menghidupkan kembali destinasi wisata yang saat ini tengah mati suri, seperti Danau Bandar Khayangan dan Danau Buatan.

Melalui penarikan investor dan pengembangan potensi wisata, lapangan pekerjaan baru akan tercipta bagi masyarakat setempat.

Salah satu program terbaru pasangan yang diusung oleh Partai Demokrat dan PKS ini adalah penataan kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Muara Fajar.

Sampah yang selama ini menumpuk di kawasan tersebut akan diolah menjadi energi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Sampah diolah menjadi pupuk organik dan briket, yang bisa digunakan sebagai bahan bakar,” jelas Markarius Anwar di hadapan ratusan ibu-ibu yang hadir.

Briket hasil olahan sampah tersebut nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu, sebagai pengganti gas LPG yang selama ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita akan mendata masyarakat yang membutuhkan, dan hasil briket ini akan kami berikan beserta peralatannya, sehingga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga,” tegas Markarius.

Tidak hanya itu, Markarius juga menjelaskan bahwa sampah dapat diolah menjadi energi listrik melalui teknologi mesin khusus.

Ketika penataan sampah selesai, lahan bekas TPA tersebut akan dialihfungsikan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang dapat dijadikan tempat rekreasi gratis bagi masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X