DUMAI, RIAUSATU.COM - Untuk memastikan masyarakat yang berada diwilayah hukumnya mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, Polres Dumai, melaksanakan giat Bhakti Kesehatan pada Sabtu (5/11/2022).
Kegiatan dilaksanakan di Kampung Penempul, Kelurahan Geniot, Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai, Riau, ini juga diisi dengan bhakti sosial pengobatan gratis serta pembagian sembako.
"Butuh perjuangan untuk sampai di Kampung Penempul, dari Kota Dumai (Mako Polairud) kita harus menempuh waktu sekitar 1 jam lewat laut untuk sampai ditempat tersebut dan harus berganti menggunakan sampan kecil karena kapal patroli Polair tidak bisa masuk kebibir pantai kampung tersebut (kandas red)," kata Waka Polres Dumai Kompol Josina Lambiombir, dikonfirmasi pada, Senin (7/11/2022).
"Sebagai bentuk kepedulian kami dari Polres Kota Dumai terhadap kesehatan masyarakat, maka kami bersama jajaran melaksanakan kegiatan Bhakti sosial ini," sambung Josina.
Menurut Josina, Kampung Penempul merupakan kampung nelayan yang hanya bisa ditempuh melalui akses jalur laut, karena akses tranportasi darat sulit dilalui dikala musim hujan sehingga warga disana jarang menerima akses kesehatan.
Dalam kegiatan bhakti kesehatan tersebut, sebanyak 15 orang di lakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan serta vitamin secara gratis. Terbanyak warga mengalami gatal-gatal pada kulit dan demam.
Selain itu, turut serta dibagikan beberapa paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, yang mana sebelum penyerahan dilakukan, masyarakat ini sudah didata terlebih dahulu oleh bhabinkamtibmas.
Josina berharap, semoga bantuan dan kegiatan yang kami lakukan ini dapat meringankan beban masyarakat dan kami harapkan masyarakat selalu menjaga kesehatan mereka.
Sementara Pak Zai, seorang warga Kampung Penempul mengucapkan banyak terima kasihnya atas kegiatan pengobatan gratis dan pembagian sembako yang diinisiasi oleh Kapolres Dumai ini.
"Kami atas nama warga Kampung Penempul mengucapkan banyak terima kasih atas kegiatan yang diinisiasi bapak Kapolres Dumai. Sudah sangat lama kami tidak menerima akses kesehatan yang datang kekampung kami karena akses trasportasi yang sulit dan harus lewat laut," ucapnya.