Kapolda Riau Irjen Iqbal Sematkan Baret Perwira dan Bintara Remaja Ditsamapta, Pesan Harus Jadi Polisi Sabar

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Rabu, 12 Oktober 2022 | 21:55 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol M Iqbal saat menyematkan baret Shabara, Rabu (12/10/2022). (ft: ist)
Kapolda Riau Irjen Pol M Iqbal saat menyematkan baret Shabara, Rabu (12/10/2022). (ft: ist)

 

 

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Riau menggelar pembaretan perwira serta bintara remaja yang baru menyelesaikan pendidikan, Rabu (12/10/2022).

Acara yang digelar di lapangan Mapolda Riau Jalan Pattimura ini, dipimpin langsung Kapolda Irjen Pol Mohammad Iqbal dan Dirsamapta Polda Riau Kombes Pol Faried Zulkarnain.

Kegiatan diawali dengan upacara penutupan orientasi. Kemudian dengan beberapa pertunjukan para perwira dan bintara remaja yang akan disematkan baret. Seperti atraksi bela diri silat, yel-yel dan beberapa kemampuan dasar yang diperoleh dari Ditsamapta Polda Riau. Terakhir, barulah dilakukan pembaretan oleh Kapolda.

Usai kegaitan, Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan orientasi serta pembaretan merupakan sebuah tradisi bagi polisi yang baru saja lulus pendidikan. Baik dari Akademi Kepolisian (Akpol), Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) di Ciputat dan Sekolah Polisi Negara (SPN). Dengan orientasi dan pembaretan, ingin menanamkan sebuah kebanggaan dan rasa memiliki.

“Oleh karena itu, Polda Riau beserta jajaran menginisiasi acara ini. Dalam acara ini juga ada diberikan materi tentang tugas-tugas mereka. Tugas mereka ini kan pencegahan. Bahwa, Samapta ini kan tulang punggungnya Polisi untuk mengelola potensi kerawanan dan gangguan keamanan,” ujar Irjen Iqbal.

Dia menambahkan, dalam prosesnya, pembaretan disematkan langsung oleh dirinya. Hal ini memiliki makna tidak. Artinya, para personel yang baru saja dipasangkan baret harus menjadi polisi yang profesional. Yang paham teknis dan taktis. Tetapi juga harus mampu mengayomi masyarakat dengan humanis, penuh senyum, tabah, serta sabar.

“Polisi juga harus tabah. Sabar. Kalau masyarakat kalau sabar nya cuman 1, mereka sabarnya harus 1.000. Jadi jangan sampai nanti sumbu pendek. Bukan polisi kalau sumbu pendek. Biasa dalam demokrasi mungkin kita di hardik,” jelasnya.

Lebih jauh disampaikan Irjen Iqbal, tugas dari seoarang pribadi Ditsamapta adalah terjadinya suatu tindak pidana. Termasuk juga mengelola potensi kerawanan gangguan keamanan. Sehingga para Personel Ditsamapta harus bisa dianggap potensi gangguan dimaksud.

“Jadi harus padam sebelum terjadinya aksi-aksi kejahatan. Lewat patroli, lewat sambang. Terus kita juga melakukan upaya upaya humanis kepada masyarakat. Mereka juga dibekali strategi pengamanan penyampaian pendapat di muka umum. Atau pengamanan kegiatan masyarakat, seperti konser, sepak dan lain-lain,” pungkasnya. ***

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB
X