CIANJUR, RIAUSATU.COM - ID (24), gadis asal Cianjur, Jawa Barat, yang dinyatakan hilang selama dua bulan telah kembali ke rumahnya. Pengakuannya mengagetkan: ia sudah dinikahkan tanpa sepengetahuan keluarga.
Meskipun sudah pulang, gadis tersebut mengalami trauma berat, dan belum berani keluar rumah untuk melakukan aktivitas.
Dia lebih banyak menghabiskan waktu mengurung diri di kamar. Menurut penuturan keluarga, ID hilang karena dibawa oleh seorang laki-laki ke wilayah Bogor.
Setelah kembali pulang, ID bercerita kepada keluarga kalau ia sudah dinikahkan tanpa sepengetahuan keluarga.
Sang ayah, Dadah Dahlan mengatakan, saat ini kondisi anaknya sudah mulai membaik, meskipun masih mengalami trauma berat.
"Pas pulang dia nangis, langsung meluk mamahnya, saat ini kalau ditanya masih suka nangis, dan banyak ngurung diri di kamar, makanya saya belum berani ngobrol banyak, takut juga kan sama anaknya," ujar Dadah saat ditemui di rumahnya, Kamis 29 September 2022, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.
Sang ayah menceritakan, anaknya mendapatkan perlakuan yang tidak baik oleh pelaku. Bahkan anaknya sempat hampir ditusuk.
"Ia cerita, kalau berani nelpon sama keluarga bakal ditusuk, bahkan ia juga katanya selalu disiksa sama pelaku berinisial A," katanya.
Ia menuturkan, sang anak juga merasa menjadi korban penipuan oleh pelaku. Bahkan telepon genggam yang dipakai juga dijual dan diganti dengan telepon genggam yang rusak.
"Nomor rekening anak saya juga dipakai pinjaman online, bahkan akun dari online shopnya dipakai buat beli telepon genggam cicilan, dan nagihnya ke anak saya," katanya.
Dadan berharap, kepolisian bisa mengusut tuntas kasus ini sehingga pelaku mendapat hukuman yang tegas.
"Awal sudah saya laporkan, nanti juga kami juga akan kembali melaporkan pelaku," katanya.
Mendapati kabar seorang gadis yang hilang selama dua bulan dan mengalami trauma, Tim UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cianjur mendatangi keluarga yang sudah empat hari ada di rumah setelah dua bulan menghilang dibawa sang pacar.
Kepala UPTD PPA BPPKBP3A Kabupaten Cianjur, Rizki Amrullah mengatakan, saat ini dinas menerjunkan tim guna melakukan pendampingan kepada korban untuk pemulihan, psikologi, kesehatan dan pendampingan hukum.
"Berdasarkan informasi dari keluarga ada trauma sehingga belum mau keluar rumah, dan juga belum bisa ngobrol banyak hanya bisa menangis," ujar Rizki.