• Senin, 5 Desember 2022

BBPOM Pekanbaru Ingatkan tentang Iklan dengan Klaim Berlebihan: Bisa Kena Sanksi Pidana

- Rabu, 28 September 2022 | 13:22 WIB
 Suasana sosialisasi. (f: istimewa)
Suasana sosialisasi. (f: istimewa)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru Yosef Dwi Irawan mengingatkan tentang klaim iklan yang berlebihan seperti jaminan awet muda atau umur panjang serta testimoni sejenis lainnya yang tidak boleh dalam beriklan.

"Ketentuan umum iklan dan obat makanan yaitu produk harus terdaftar di BPOM, rancangan iklan harus disetujui oleh BPOM serta informasi yang disampaikan harus jelas dan benar," kata Yosef saat sosialisasi kebijakan pengawasan iklan obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik pada media massa di Pekanbaru, Selasa (27/9/2022).

Dikatakan Yosef, ketentuan umum dalam iklan dan obat makanan ini yaitu dikenai sanksi administratif, pelaku juga dapat dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Bisa juga pemberhentian sementara kegiatan pembuatan, distribusi, penyimpanan, pengangkutan dan penyerahan produk obat-obatan serta pembekuan dan pencabutan izin edar," tambahnya.

Yosef juga menjelaskan, tantangan BBPOM dari pengawasan iklan saat ini yaitu keterbatasan sumber daya, globalisasi dan pasar bebas, penjualan online, ketatnya persaingan usaha, kerja sama dengan lintas sektor dan penegakkan hukum.

"Ketentuan BBPOM dalam kemasan iklan tidak boleh bertuliskan bahasa asing, karena bahasa asing tidak bisa di mengerti kecuali disertai terjemahan bahasa Indonesianya," sebut Yosef.

Pihaknya mengatakan di era konvergensi media, masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi terutama terkait iklan, namun dikarenakan kurangnya pemahaman pelaku tidak sedikit iklan yang melakukan klaim yang berlebihan.

Pengawasan iklan diharapkan dapat mengatasi iklan yang tidak memenuhi ketentuan yang biasa terkesan belebihan dengan informasi yang menyesatkan yang juga dapat membahayakan bagi kesehatan.

Menurut Yosef, Hingga Agustus 2022 terdapat 40 persen iklan yang tidak memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku juga terkesan tidak rasional.

“Kita berharap bisa berkolaborasi dari media radio, tv, cetak dan online untuk melakukan pengawasan terkait dengan iklan obat dan makanan serta bisa menindak tegas iklan yang tidak sesuai”, ujarnya.***

Halaman:

Editor: Evi Endri

Tags

Terkini

IMR Riau Galang Dana Gempa Bumi Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 15:08 WIB
X