PADANG,RIAUSATU.COM-Dalam rangka menyambut Pesta Demokrasi Pemilihan Presiden dan Pemilihan anggota Legislatif pada April tahun ini, Korem 032/Wira Braja melaksanakan Latihan Simulasi Pengamanan Pemilu, bertempat di halaman Makorem 031 Wira Braja, jalan Jenderal Sudirman nomor 29, Padang, Sumatera Barat.
Latihan Simulasi ini diikuti oleh personel Makorem, Yonif 133/YS, Yonif 131/Brs, Denzipur, Satuan Brimob Polda Sumbar dan Sabhara Polresta Padang.
Dalam sambutan Komandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo SIP yang dibacakan oleh Kasrem 032/Wbr Kolonel Inf Edi Nurhabad SH MH bahwa peningkatan intensitas politik saat ini tentunya akan dapat juga memunculkan potensi kerawanan dibidang keamanan dan harus menjadi perhatian bagi kita, juga adanya penyebaran isu-isu yang dapat memecah belah bangsa, serta penyebaran Hoax yang berpotensi menimbulkan konflik.
TNI dalam hal ini Korem 032/Wbr bersama Polri dan komponen bangsa lainnya harus dapat menjaga stabilitas keamanan khususnya di Propinsi Sumatera Barat dalam melaksanakan Pemilihan Presiden dan Legislatif. Disamping itu TNI juga harus tetap menjaga netralitas dalam bersikap.
"Guna mewujudkan keamanan tersebut maka diperlukan suatu latihan untuk meningkatkan kemampuan personel dan satuan khususnya dalam menghadapi Pesta Demokasi 2019 dalam rangka perbantuan kepada Pemerintah Daerah dan Kepolisian," kata Kasrem.
Usai melaksanakan upacara pembukaan, dilanjutkan dengan simulasi Latihan skenario latihan.
Berawal dari akibat adanya indikasi kecurangan dan pelanggaran dalam pemilu yang dilaksanakan, massa merasa tidak puas dan tidak menerima. Dan massa meluapkan kekesalannya kepada Kantor KPU selaku penyelenggara Pemilu.
Karena ketidakpuasan tersebut akhirnya ratusan massa mendatangi kantor KPU dan melakukan aksi anarkis.
Karena tindakan para pendemo telah bertindak anarkis akhirnya setelah dilakukan peringatan agar massa mundur akan tetapi massa tidak menghiraukan dan bahkan semakin anarkis.
Akhirnya dihalau dengan melakukan semprotan water canon namun massa tetap bertindak anarkis dan selanjutnya dilakukan peringatan apabila tidak mengindahkan maka TNI-Polri akan bertindak tegas dengan melakukan tembakan peringatan dan penindakan dan akhirnya massa dapat dipukul mundur.
Latihan Simulasi ini juga menggunakan alat yang sebenarnya dengan mengerahkan peralatan penanganan massa huru hara dari Korem dan Polda Sumbar.
Hadir dalam kesempatan ini Kasrem 032/Wbr, Letkol Inf Jon Heriko SE MM selaku Ketua Tim Asistensi dari Kodam I/BB, AKBP Reko Karo Ops Polda Sumbar, Mayor Laut Ubid Wadantim Intel Lantamal II Telukbayur, Mayor Tek Wahyudi Krisdianto Kasiopslat Lanud Sutan Syahrir Padang, Para Kasi Korem, Dandim 0312/Pdg para Kabalakrem dan tamu undangan lainnya.(rls/fat)