SIAKHULU,RIAUSATU.COM-Intensitas curah hujan yang tinggi, di Kecamatan Siakhulu, Kabupaten Kampar, mengakibatkan ribuan rumah terendam air.
Camat Siakhulu, Fajri Hasbi SSTP MSi saat ditemui riausatu.com, Kamis (13/12/2018) menyebutkan, beberapa desa yang ada di Kecamatan Siakhulu terendam air, yang terparah ada 4 desa yakni Desa Teratakbuluh, Desa Lubuk Siam, Desa Tanjung Balam dan Desa Buluh Cina.
"Puncak banjir Sabtu malam 8 Desember 2018. Di desa Tanjung Balam ketinggian air mencapai 1,5 meter," ujar Fajri.
Dikatakan Camat, di Kubang kemarin juga ada evakuasi korban banjir santri oleh Basarnas. Ketinggian air setinggi betis orang dewasa.
"Di Pandau dan Kubang juga banjir, tapi tidak parah seperti 4 desa itu," sebut Camat.
Dijelaskan Camat Siakhulu, keadaan bencana banjir sejak Sabtu 8 Desember 2018 sampai saat ini di Desa Teratak Buluh yakni Rumah sebanyak 1873 unit terendam, KK 923 jiwa, 2834 orang, 10 keramba pecah dan hanyut terbawa arus, Kolam ikan yang terendam sebanyak 56 kolam, kebun pisang, sawit dan tanaman lainnya sekitar 25 Hektare terendam, Jalan aspal rusak sepanjang 25 meter.
"Desa Buluh cina yakni 451 KK, Rumah 400 unit dan 1500 jiwa. Di desa Lubuk Siam sebanyak 328 KK, 215 rumah dan 1600 jiwa. Desa Tanjung Balam yakni Rumah 145 unit, 183 KK, 713 Jiwa " terang Camat.
Sementara itu, Kapolsek Siakhulu Kompol Arvin didampingi anggotanya kepada riausatu.com menyebutkan, kehadirannya bersama Upika Siakhulu memberikan bantuan kepada korban banjir.
"Tadi kita meninjau langsung titik lokasi banjir dengan menaiki sampan. Ada rumah, sekolah dan tempat ibadah yang terendam banjir. Dan kami hadir bersama ini memberikan sembako sebagai wujud rasa peduli kami terhadap warga terdampak banjir," sebut Kapolsek Siakhulu.
Turut hadir Camat Siakhulu Fajri Hasbi SSTP MSi, Kapolsek Siakhulu Kompol Arvin beserta anggotanya, Danramil Siakhulu Kapten Arm Hadi Prayitno beserta anggota.(fat)