Kepala BPBD Padang: Sungai Meluap Baru Pertama Kali dari Sekian Puluh Tahun

photo author
Administrator, Riau Satu
- Selasa, 6 November 2018 | 13:51 WIB

PADANG,RIAUSATU.COM-Bencana banjir di Kota Padang pada Jumat (2/11/2018) lalu, mengakibatkan rumah warga terendam dan menyisakan lumpur.

Kepala BPBD Padang, Edi Hasymi, kepada riausatu.com menjelaskan, sejak hari kedua pasca banjir, pihaknya melakukan pembersihan bersama Kodim 0312 Padang, Polri dan tim gabungan.

Edi mengatakan, sungai daerah sini (alai parak kopi,-red) yang meluap ini baru pertama kali terjadi dari sekian puluh tahun dan kejadian yang tidak disangka sebelumnya.

"Banjir tersebut memasuki rumah warga dan banyak mengandung lumpur," ujar Edi, Senin siang (5/11/2018) di lokasi banjir jalan Banda Kali, Kelurahan Alai Parak Kopi, Padang.

Akibat banjir tersebut, katanya, banyak warga yang tidak mampu membersihkan lumpur rumahnya dan tidur di masjid atau mushalla selama satu hari.

"Kami pun bersama-sama melakukan pembersihan, dan saat ini juga tetap dilakukan pembersihan. Kemarin kita fokus kepada Fasum seperti Masjid, Mushalla, sekolah. Karena sudah selesai pembersihan, kita lanjutkan hari ini fokus ke rumah-rumah warga di Alai Parak Kopi Kecamatan Padang Utara," sebutnya.

Dampak yang dirasakan masyarakat, disebutkan Edi, kerusakan-kerusakan alat rumah tangga, rumah, buku, pakaian.

Kata Edi, anak sekolah tidak ada baju sekolahnya lagi, itu yang kita usahakan dalam dua hari kedepan bersama Kodim, termasuk juga logistik dan konsumsi.

"Walaupun ada dapur umum, tapi itu belum mencukupi karena kompor tidak bisa hidup lagi, beras tidak bisa dipakai," terangnya.

Pihak BPBD Padang mengakui tidak bisa memprediksi bencana banjir besar tersebut.

"Tentu dari kita, dari sisi penyelamatan berupaya tidak ada korban, walaupun kemarin terjadi juga korban 2 orang anak-anak meninggal dunia. Setelah pasca banjir itu, kita melakukan pemulihan pembersihan rumah warga yang kondisinya becek," jelas Edi.

Edi menyampaikan, masyarakat yang tinggal di tepi sungai atau beberapa meter jarak dari sungai, apabila hujan dua jam atau lebih, kemungkinan banjir bisa saja terjadi.

Saat ditanya jumlah KK terdampak banjir, Edi menyebutkan sekitar 3000-an lebih.

"Yang jelas kita masih menunggu laporan dari pihak kecamatan, terutama yang kena di pusat kota seperti ini, Padang Utara, Padang Selatan, Bungus," pungkasnya.

Beberapa warga terdampak banjir pun kepada riausatu.com mengakui pada saat banjir tiba, rumahnya dimasuki air dan air sungai tampak rata sama tinggi dengan jalan. Akibatnya, rumah warga pun menyisakan lumpur tebal.

Pantauan riausatu.com di lokasi, tim gabungan melakukan pembersihan lumpur dan sampah yang ada di lokasi.(fat)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X