Eka Hospital Pekanbaru Hadir Meriahkan HKN ke-53

photo author
Administrator, Riau Satu
- Sabtu, 18 November 2017 | 21:48 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-53 tahun, dengan tema Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku, Eka Hospital Pekanbaru turut berpartisipasi menyukseskan rangkaian acara HKN bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau di area Car Free Day (CFD).

Direktur Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru, dr Martin Susanto mengatakan, dalam acara puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 53 di area Car Free Day Minggu 12 November 2017 Eka Hospital Pekanbaru turut serta dengan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah kolestrol dan asam urat.

Selain itu, Eka Hospital juga membuka layanan informasi kepada masyarakat yang ingin mengetahui informasi layanan kesehatan yang ada di Eka Hospital Pekanbaru.

Tidak hanya itu, sebelum puncak perayaan HKN ke 53, Eka Hospital Pekanbaru juga ditunjuk sebagai panitia penyelenggara lomba futsal antar insan kesehatan yang dilaksanakan pada 4 dan 5 November 2017 di lapangan Fajar futsal.

"Lomba ini juga merupakan ajang silaturahmi antar insan kesehatan agar lebih akrab dan dekat satu sama lainnya," tambahnya.

Dalam memperingati HKN ini juga Eka Hospital memberikan diskon sebesar 5,3 persen, dimana diskon ini berlaku dari total biaya rawat jalan bagi pasien dengan pembayaran pribadi.

"Promo diskon ini berlaku dari 1 November 2017 hingga 31 November 2017," sebutnya.

Eka Hospital Pekanbaru juga berkomitmen mendukung Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) yang digaungkan oleh Pemerintah, dimana komitmen Eka Hospital selalu memberikan pelayanan terbaik yang berbasis pada keselamatan pasien.

Patient Safety adalah fondasi komitmen Eka Hospital dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satunya Eka Hospital terus melengkapi layanan jantung terpadunya, dimana baru-baru ini Eka Hospital meluncurkan layanan Elektrofisiologi Jantung/Gangguan Irama jantung (Aritmia).

Perlu diketahui Gangguan Irama Jantung (Aritmia) merupakan salah satu kelainan pada organ jantung.

Kelainan tersebut dapat berupa detak jantung yang terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur. Aritmia terjadi karena impuls listrik yang berfungsi mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik.

Aritmia dapat menyebabkan keluhan ringan hingga berat. Gejala yang dapat muncul antara lain rasa berdebar-debar didada, detak jantung lebih cepat, detak jantung lebih lambat, kelelahan, pusing, sesak nafas, nyeri dada hingga pingsan.

Dalam jangka panjang bila tidak ditangani dengan tepat, akan dapat menyebabkan gagal jantung, stroke bahkan kematian.

Penyebab Aritmia ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik bawaan maupun didapat, kelainan di luar jantung maupun kelainan jantung.

Sejumlah tes yang dapat dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya gangguan ini antara lain elektrokardiografis (rekam listrik jantung), ekokardiografis (usg jantung), monitor holter, uji latih beban jantung dengan treadmill dan studi elektrofisiologi.

Terdapat beberapa metode pengobatan Aritmia, baik dengan obat-obatan atau tindakan intervensi tanpa pembedahan.

Salah satu metode yang berkembang saat ini adalah Metode Ablasi. Metode ini merupakan kelanjutan dari Studi Elektrofisiologi. Caranya dengan memasukkan kateter (tabung tipis dan fleksibel) melalui pembuluh darah di lipat paha ke jantung untuk menemukan sumber gangguan, merusak sumber gangguan dan selanjutnya menghilangkan gangguan tersebut.

Diharapkan dengan dimulainya satu-satunya Layanan Gangguan Irama Jantung di Riau ini, yang tersedia di Eka Hospital Pekanbaru, pasien Aritmia bisa mendapatkan layanan segera tanpa harus ke luar kota dan tanpa harus menunggu lama. Apalagi dengan telah terjalinnya kerjasama Eka Hospital Pekanbaru dengan BPJS Kesehatan sehingga kesempatan masyarakat untuk mendapatkan layanan ini dapat jauh lebih terbuka.

Demi kelancaran layanan, Eka Hospital Pekanbaru telah menjalin kerjasama dengan Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS).

Untuk seluruh Indonesia, jumlah tenaga ahli di Bidang Elektrotisiologi Jantung sangatlah sedikit.

Begitu juga dengan ketersediaan alat. Terbatasnya jumlah tenaga dokter dan alat ini, membuat pasien dengan Gangguan Irama Jantung harus dikirim ke Jakarta atau kota besar lainnya demi mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Belum lagi ditambah dengan waktu tunggu yang cukup lama.

Diharapkan dengan dimulainya Layanan Gangguan Irama Jantung di Eka Hospital Pekanbaru, pasien Aritmia bisa mendapatkan layanan segera tanpa harus ke luar kota dan tanpa harus menunggu lama. Apalagi dengan telah dijalinnya kerjasama Eka Hospital Pekanbaru dengan BPJS Kesehatan sehingga kesempatan masyarakat untuk mendapatkan layanan ini dapat jauh lebih terbuka.(rls)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X