Dikunjungi Wakapolresta Pekanbaru, Nenek Darwiza Terharu

photo author
Administrator, Riau Satu
- Minggu, 13 Agustus 2017 | 13:21 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Ternyata, masih banyak masyarakat miskin di kota Pekanbaru yang butuh uluran tangan dari kita semua.

Disitulah peranan kita semua untuk membantu mereka yang terkadang tidur tanpa beralaskan kasur bahkan makan pun tidak teratur dikarenakan faktor ekonomi yang kurang mencukupi.

Salah satunya Nenek Darwiza (84). Dengan usianya yang sudah renta dan sakit-sakitan, nenek Darwiza hanya mampu mengulurkan tangan mengharapkan bantuan dari warga.

Kehidupannya bertambah berat karena mengurus anaknya Ilham (25) yang juga tuna netra, secara fisik susah berjalan, tangan dan kaki kerap kejang-kejang.

Tidak hanya itu, Ilham juga kesulitan buang air besar dan untuk makan membutuhkan bantuan ibunya.

Nenek Darwiza hidup dalam kekurangan, tinggal di rumah di Jalan Kuaran, Pasir Putih, RT 02 RW 06, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru dengan status menumpang rumah.

Mendapat laporan dari masyarakat, Tim Jumat Barokah pun mulai mengatur rencana untuk turun langsung melihat kondisi Nenek Darwiza.

Jumat pagi, (11/8/2017), Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK didampingi beberapa personelnya pun langsung bergerak ke lokasi rumah Nenek Darwiza di Jalan Kuaran, Pasir Putih, RT 02 RW 06, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

Kunjungan tersebut adalah bentuk program Polresta Pekanbaru yakni Jumat Barokah yang dilaksanakan setiap seminggu sekali pada hari Jumat dengan lokasi yang berbeda.

Mendapat kunjungan langsung dari Tim Jumat Barokah yang dipimpin Wakapolresta Pekanbaru, nenek Darwiza pun tidak bisa menyembunyikan rasa harunya.

Setiba di lokasi, AKBP Edy Sumardi langsung berjumpa dan menyalami Nenek Darwiza.

"Nek, kami dari Polresta Pekanbaru. Sengaja berkunjung ke tempat nenek untuk membantu nenek," sebut AKBP Edy dengan ramah dibarengi senyuman humanisnya.

Mendapat penyampaian seperti itu, Nenek Darwiza pun terharu.

"Saya haru, berbesar hati dengan kedatangan polisi. Sebab, selama ini saya hanya mendapat bantuan dari kebaikan tetangga. Dengan bantuan yang diberikan ini saya begitu terbantu," ucapnya lirih.

Memang, kegiatan yang dilakukan AKBP Edy ini bukan sekali ini, namun semasa ia menjabat Kapolres Kampar, kegiatan Jumat Barokah tersebut dilakukannya hingga saat ini.

Diakhir perbincangan, AKBP Edy pun menyerahkan bantuan berupa sembako serta tali asih langsung ke tangan Nenek Darwiza.

Dengan sedikit senyum keceriaan pun terpancar dari raut wajah nenek Darwiza setelah menerima bantuan dari Tim Jumat Barokah Polresta Pekanbaru.

Kondisi kekurangan bagi keluarga Darwiza selama ini memang menjadi perhatian warga, termasuk tetangganya sendiri bernama Emi.

Menurut Emi, sepengetahuannya tidak ada bantuan yang langsung mendatangi nenek Darwiza.

"Karena itu saya juga terharu dengan kehadiran polisi. Sebab, saya yang sudah puluhan tahun tinggal disini tahu betul bagaimana kondisi keluarga ini," ungkap Emi.

Dengan bantuan yang diberikan, Emi berharap keluarga Darwiza akan lebih baik.

"Dengan kondisi anaknya yang sakit dan ibu Darwiza yang sudah tua, tentu kedatangan rombongan polisi dengan membawa bantuan akan sangat membantu mereka," katanya.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK MH melalui Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK menyebutkan, kedatangan tim Jumat Barokah Polresta Pekanbaru ini sebagai wujud kepedulian Polisi kepada masyarakat.

"Lewat program Jum'at Barokah, kami akan terus memberikan perhatian pada masyarakat yang membutuhkan. Dan tentu ini sebagai bentuk kepedulian kita (Polresta Pekanbaru) pada sesama. Secara konsisten kita laksanakan kegiatan sebagai bentuk promoter bapak Kapolri," ujar AKBP Edy.

Ditambahkan AKBP Edy, kegiatan Jum'at Barokah menumbuhkembangkan kesadaran, kepedulian sesama.

"Jadi kita memang sengaja iuran bersama menyisihkan rezeki. Kemudian membelikan sembako dan barang yang dibutuhkan. Kita juga berikan bantuan tali asih ke nenek Darwiza untuk kebutuhannya sehari-hari. Semoga bisa bermanfaat bagi nenek Darwiza," ungkap Edy.

AKBP Edy menambahkan, kegiatan Jum'at Barokah sebagai aplikasi bekerja sambil beribadah dan tentunya meningkatkan Ukhwah Islamiyah.

Semoga kita semua (yang mampu) bisa memberikan uluran tangan bagi warga miskin yang membutuhkan.(fat)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:03 WIB
X