Cerita Kemenkum HAM Bungkam Soal Video Testimoni Fredi Budiman

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Selasa, 16 Agustus 2016 | 12:32 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-Video testimoni Fredi Budiman yang diambil sehari sebelum dieksekusi mati regu tembak hingga saat ini masih tersimpan rapat di Kementerian Hukum dan HAM. Video testimoni Fredi Budiman itu diambil oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkum HAM.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Hamonangan Laoly pun didesak membuka video pengakuan Fredi tersebut. Menkum HAM ditantang membeberkan video berdurasi 30 menit itu tanpa proses penyuntingan.

''Kita tunggu apakah Menkum HAM berani merilis video testimoni Fredi tanpa diedit,'' kata Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS)Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar, Minggu (14/8) lalu.

Video itu diambil oleh salah satu pejabat Ditjen PAS dengan menggunakan Handycam dan disaksikan sejumlah orang. ''Dan termasuk disebutkan sejumlah nama,'' ungkap Haris, sebagaimana dilansir merdeka.com.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan meminta video testimoni yang diambil di dalam ruang isolasi oleh seorang pejabat Kemenkum HAM dan disaksikan keluarga Fredi sebelum dieksekusi mati dibuka ke publik. Menurut Edi, penelusuran video CCTV itu sangat diperlukan untuk membuka tabir terkait testimoni Fredi Budiman yang disampaikan kepada Koordinator KontraS Haris Azhar yang tengah diusut Tim Independen.

''Saya kira kalau itu rekaman sangat dibutuhkan Tim Independen di dalam pengusutan pengakuan Fredi sangat perlu ditelusuri. Sebab itu bisa menjadi pintu masuk pengusutan aparat terlibat narkoba seperti testimoni Fredi Budiman,'' ujar Edi.

Namun Menkum HAM Yasonna Laoly memilih bungkam. Sementara itu Direktur Jenderal Pemasyarakatan I Wayan Dusak pun memilih kabur saat para awak media mencoba mengonfirmasi perihal video tersebut.

Namun saat mengantar Yasonna pulang, I Wayan pun turut memasuki mobil dan bergegas pergi meninggalkan Lapas.

Sebelumnya, Menkum HAM sendiri juga enggan berkomentar perihal video testimoni tersebut. ''Tanya Pak Dirjen saja,'' ujarnya singkat.

Tak cuma media, keluarga Fredi Budiman pernah meminta video tersebut tetapi tak diberikan oleh Kemenkum HAM. Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkum HAM Akbar Hadi mengaku video itu masih disimpan oleh pihak Ditjen PAS.

''Secara intensif belum, ya kalau di-WhatsApp sudah (keluarga Fredi Budiman meminta video),'' kata Akbar Hadi, Jumat (12/8).

Menurut Akbar, rekaman diambil dalam rangka pembinaan, dan sudah mendapat persetujuan Fredi. Namun untuk memberikan video tersebut ada prosedur yang harus dilalui.

''Sejauh ini hanya dokumentasi tidak untuk disebarkan. Kita akan lihat kepentingannya dan menunggu arahan pimpinan,'' tuturnya. (dri)



Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB
X