50 Hari Berlalu, Upaya Pembebasan 7 ABK TB Charles Makin Tak Jelas

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Rabu, 10 Agustus 2016 | 12:31 WIB

SAMARINDA, RIAUSATU.COM-Keluarga ABK tugboat Charles, Selasa (9/8) siang, menggelar doa bersama. Mereka terus berharap suami dan keluarga mereka yang disandera Al Habsy Misaya, salah satu faksi militan Abu Sayyaf, segera bebas dalam kondisi selamat.

Doa bersama digelar di kantor operasional PT Rusianto bersaudara di Sungai Lais, sekitar pukul 11.00 WITA. Dalam doa bersama itu, ikut serta jajaran manajemen PT Rusianto Bersaudara, Dian Megawati Ahmad (istri ABK Ismail), Elona Rahmadani (istri ABK Robin Piter), ayah dan ibu kandung kapten Ferry Arifin serta keluarga ABK Charles yang selamat hingga perwakilan dari Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI).

Dalam doa bersama itu, tidak ada menyinggung upaya pembebasan sandera ABK Charles terkini yang dilakukan pemerintah, maupun perusahaan.

''Iya, doa bersama agar segera dibebaskan dalam kondisi selamat semuanya. Tidak, tidak ada menyinggung itu (upaya pembebasan sandera),'' kata Elona saat ditemui wartawan di kediamannya mes karyawan PT Rusianto Bersaudara, usai doa bersama.

Hari ini, memasuki hari ke-50 ketujuh ABK Charles disekap militan Abu Sayyaf. Terlebih lagi, Al Habsy Misaya memberi batas waktu selama 15 hari sejak tanggal 1 Agustus 2016 lalu agar pemerintah dan perusahaan, menebus keempat sandera mereka masing-masing Ismail, Muhammad Nasir, Robin Piter dan Muhammad Sofyan, dengan nilai tebusan 250 juta peso Filipina.

Di pemberitaan media, didapat informasi bahwa kelompok Nur Misuari, tengah menyerang militan Abu Sayyaf, sebagai upaya membebaskan sandera WNI.

Meski terlihat memendam harapan besar suami dan keluarga mereka segera dibebaskan, Elona memilih tidak berkomentar panjang lebar. ''Soal itu (batas waktu 15 hari) saya tidak bisa jawab mas,'' ujar Elona, dibenarkan keluarga ABK lainnya, sebagaimana dilansir merdeka.com.

''Intinya suami dan keluarga bisa pulang dengan selamat, terbebas dari penyanderaan,'' tambah Dian Megawati Ahmad.

Sementara, bagi PPI, upaya pembebasan rekan mereka yang disandera, terbilang berjalan lambat. Meski memang, PPI dan keluarga korban, memercayakan upaya pembebasan kepada pemerintah.

''Hari ini sudah hari ke-50, ini termasuk lambat. Bagaimana nasib kawan kita ini,'' sebut perwakilan PPI, kapten Nouldy.

Diketahui, Al Habsy Misaya yang menyekap 4 sandera ABK Charles masing-masing Ismail, M Nasir, Robin Piter dan M Sofyan. Tidak kurang kontak 3 kali mengontak istri Ismail, Dian Megawati Ahmad. Mereka menyampaikan permintaan tebusan 250 juta peso, untuk menebus keempat sandera itu.

Namun pemerintah menegaskan tidak akan membayar uang tebusan. Namun sayang, tidak diketahui keberadaan dan nasib 3 sandera lainnya yakni Edi Suryono, kapten Ferry Arifin dan Mabrur. (dri)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB
X